NIAS SELATAN I Sumut24.co
Baca Juga:
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi membuka secara resmi Yaahowu Nias Festival 2018 di Lapangan Ororusa, Teluk Dalam, Sabtu (17/11). Mengenakan pakaian khas bangsawan Nias, Gubernur melakukan “hombo (lompat) batu†pertama sebagai tanda kehormatan. Meski tidak berhasil melompati batu, Gubernur tetap disambut tepuk tangan dan sorak sorai ribuan penonton.
Pesta Yaahowu merupakan salah satu even di Sumut yang telah masuk even kalender Kementrian Pariwisata. Bahkan, termasuk salah satu top 100 event wonderful Indonesia. Pertunjukan tari tradisional oleh seribuan penari, turut menambah kemeriahan pesta tersebut.
Salah satunya Tarian Perang, yang sekaligus menjadi penutup acara. Hentakan-hentakan dan gerakan dinamis dari para penari yang mengenakan alat perang tradisional, membuat merinding para hadirin yang melihatnya. Puncaknya, ketika 100 orang penari melakukan lompat baru secara bergantian.
Gubernur Edy yang hadir bersama istrinya Nawal Lubis, ikut larut dalam kemeriahan pesta dan ikut bergabung dengan ratusan penari yang menarikan Tarian Maena. Bahkan, Edy Rahmayadi tampak gembira ketika para penari menggendongnya dalam pertunjukan itu.
Di hadapan ribuan masyarakat Nias yang hadir, Gubernur mengatakan, bahwa Kepulauan Nias diciptakan bukan hanya untuk orang Nias saja. Tetapi, Nias adalah surga kecil yang diturunkan di dunia untuk dilihat dan dinikmati keindahannya oleh semua orang.
“Siapapun yang datang ke Nias termasuk orang luar Indonesia. harus kita terima dengan baik. Nias ciptaan Tuhan, jadi Nias ini bukan semata-mata milik orang Nias saja, Nias ini milik semua orang hidup di dunia,” kata Edy.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News