Palas I Sumut24.co
Baca Juga:
Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara (Sumut) buka suara terkait tidak profesionalnya ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Padang Lawas (Palas).
Hal ini di ungkapkan oleh Rolin Fadilah Hasibuan S.Pd selaku Ketua KOPRI PMII Sumut. Rolin begitu sapaan akrabnya kepada awak media pada hari Selasa (13/6/23) menyatakan bahwa kritik ini dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) untuk memanggil Ketua Bawaslu kabupaten padang lawas, yaitu Rahmat Efendi Siregar.
Berdasarkan ketentuan Pasal 1 ayat (24) UU No 7 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu yang selanjutnya disingkat DKPP adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu, kata Rolin
Dalam Hal pelanggaran Kode Etik penyelenggara Pemilu (KEPP) DKPP haruslah mengambil sikap yang tegas supaya tidak terjadi asumsi liar masyarakat terhadap lembaga tersebut. Ujar Rolin.
Rolin nenilai bahwa Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Lawas di akhir periodenya sangatlah tidak profesional dalam mengambil kebijakan. Kami sampaikan seperti ini karena kami menganggap bahwa Bawaslu Kabupaten Padang Lawas adalah lembaga yang menjadi pengawas dalam kontestasi demokrasi indonesia yang bersifat independen, sehingga dalam hal ini kami menduga bahwa ketua Bawaslu kabupaten Padang Lawas kurang berintegritas di penghujung periode.
“Ketua Bawaslu Padang Lawas, Rahmat Efendi Siregar di akhir periode ini sepertinya kurang profesional dalam bersikap. Jadi dengan itu kami menyatakan bahwa perlu adanya DKPP memanggil beliau supaya tetap bersifat netral, khususnya kepada setiap komisioner Panwaslu di kecamatan.” Ungkap Rolin.
Kemudian Ketua KOPRI PKC PMII Sumut itu juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kinerja penyelenggara Pemilu di Kabupaten Padang Lawas kedepan.
“Jika Pemilu tahun ini memiliki penyelenggara seperti Ketua Bawaslu saat ini, maka kedepan kami khawatir akan melahirkan Pemimpin yang dzalim dan tidak cinta kepada rakyat.” Cetus Rolin Fadilah dengan nada tegas.
Lanjut Rolin, Sehingga akibat hal ini perlu adanya kesigapan serta kesiapan dari pada DKPP untuk mengambil Langkah yang tepat agar kontestasi pemilu 2024 melahirkan pemimpin yang antusias terhadap masyarakat terkhusus di bumi Dalihan natolu kabupaten Padang Lawas, tutup Rolin.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News