Rabu, 13 Mei 2026

KIMAK Sumut Minta FPMAK Cerdas Menerima Informasi: Jangan Asal Tuding Yayasan Atifa Maju Mandiri Langgar Juknis dan Juklak!

Administrator - Rabu, 13 Mei 2026 08:35 WIB
KIMAK Sumut Minta FPMAK Cerdas Menerima Informasi: Jangan Asal Tuding Yayasan Atifa Maju Mandiri Langgar Juknis dan Juklak!
Istimewa
Baca Juga:


MEDAN - Pernyataan Forum Pemuda Mahasiswa Anti Korupsi (FPMAK) Sumatera Utara terkait tuduhan praktik monopoli dan nepotisme Yayasan Atifa Maju Mandiri dalam pengelolaan MBG di Medan dan Deli Serdang ditepis Kumpulan Intelektual Mahasiswa Anti Korupsi (KIMAK) Sumatera Utara.

Ketua Umum KIMAK Sumut, Ismail Anwar Rambe meminta FPMAK Sumut tidak asal tuding tanpa data yang benar dan nekat pula merilisnya ke media massa.

Kata Ismail, tuduhan FPMAK Sumut terhadap Yayasan Atifa Maju Mandiri yang mengelola 11 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Medan dan Deli Serdang, sangat menyalahi fakta.

"Afriansyah Pasai yang mengatasnamakan FPMAK Sumut jangan asal bunyi. Kami juga bisa saja menuding saudara berkomplot dengan orang yang pernah dipecat oleh Yayasan Atifa Maju Mandiri untuk menyerang nama baik yayasan karena tak senang dipecat. Dan yang pastinya data yang kalian (FPMAK) sampaikan jelas-jelas salah besar. Tentunya pihak yayasan sangat taat pada aturan yang berlaku dalam pengelolaan SPPG," tegas Ismail yang mengaku telah mendapat informasi yang sebenarnya dari pihak yayasan.

Ketua Umum KIMAK Sumut berharap FPMAK Sumut bijak dan cerdas menerima informasi yang belum terverikasi kebenarannya.

"Jangan lah asal-asalan menuduh Yayasan Atifa Maju Mandiri melanggar Juknis dan Juklak dan melakukan monopoli. Cerdas lah menerima infomasi. Jangan infomasi dari orang yang sakit hati karena dipecat ditelan bulat-bulat," pungkasnya menganalisis.

Terkait rencana FPMAK Sumut unjuk rasa ke Kejati Sumut dan Polda Sumut, Ismail menilai hal tersebut wajar saja dalam alam demokrasi dan kebebasan berpendapat.

"Tapi kami ingatkan jangan kebablasan menuduh tanpa data yang benar. Sebaiknya sebagai intelektual agent of change verifikasi dahulu informasi baru aksi. Agar tak serta merta mencemarkan nama baik tertentu dibalik isu dugaan dan dugaan," saran Ismail lagi. (***)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru