Dairi I Sumut24.co
Pihak Oknum-oknum oleh SMA Negeri 1 Sumbul Dairi, Kec Sumbul, Kab Dairi, Provinsi Sumatera Utara, diduga mengutip Uang Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP) Menabrak (bertentangan) dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 17 THN 2010 Pasal 181. Dengan alasan apapun itu, sudah jelas berlawanan dengan Peraturan Pemerintah. Padahal Negara telah menyediakan Kebutuhan Sekolah Negeri mulai dari Buku Pelajaran, Gedung Sekolah, Ruang Labora Torium, Toilet, BOP, bahkan Uang di Berikan yang di dengan Dana BOS, danlain sebagainya, untuk mencerdaskan Anak Bangsa dan Sesuai UUD45. Jikalau Anak Bangsa Cerdas, maka majulah Bangsa dan Negara dan itulah yang di cita-citakan Para Pejuang Kemerdekaan kita.
Baca Juga:
Tetapi hal di atas, sepertinya kita menduga diabaikan oleh Oknum Kepala Sekolah Berinisial JS dengan Rekanan SMA Negeri 1 Sumbul.
Dalam hal Pengutipan ini, tentunya membuat Para Orang tua Siswa sangat memberatkan, bagai mana tidak, karena Umumnya kebanyakan Orang tua Siswa dari kalangan Petani. Coba kita bayangkan, Kalau ada Anaknya sempat Dua atau Tiga Orang Anaknya Sekolah di SMA Negeri 1 Sumbul, dan di kalikan Uang SPP untuk THN 2023 Sebesar Rp 86.000,00/Siswa/Bulan, ini Pasti memberatkan.! Dan tindakan yang di lakukan Pihak Sekolah dimaksud sangatlah di sayangkan, tanpa memikirkan dampaknya pada Orang Banyak, dan terkesan mementingkan Diri sendiri dan Rekanannya saja.
Dalam tindakan Oknum Sekolah SMA Negeri 1 Sumbul itu, Kita patut bertanya..? Apakah Oknum Kepsek tidak memahami PP THN 2010 NO 17 Pasal 181.? Apakah Kepsek sengaja tidak menggunakan Dana BOS untuk Penggajian Honor.? Nah, dari kejadian ini, Publik juga patut penuh tanya ke Dinas terkait Provinsi Sumatera Utara,ini sengaja pembiaran atau Bagaimana..?
Dalam berbagai Polemik yang di lakukan oleh Oknum SMA Negeri Sumbul, secara husus Pengelolaan Keuangan, Masyarakat mengharapkan agar Presiden Republik Indonesia c/q Mentri Pendidikan, agar berkenan menanggapi Permasalahan di SMA N Sumbul Dairi.(Tim)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News