Kamis, 25 Juni 2026

Virus Septicaemia Epizootica Melanda Ternak Sapi dan Kerbau,Polres Palas dan Pemkab Gercep

Administrator - Sabtu, 07 Januari 2023 14:10 WIB
Virus Septicaemia Epizootica Melanda Ternak Sapi dan Kerbau,Polres Palas dan Pemkab Gercep

Palas, Sumut24.Co Menyikapi mati mendadak ratusan peliharaan warga seperti sapi dan kerbau terserang wabah virus, Polres Padang Lawas (Palas) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) langsung gerak cepat (Gercep) melakukan pengecekan ke lokasi Desa Ujung Batu 1, Kecamatan Hutaraja Tinggi.

Baca Juga:

Kapolres Palas, AKBP Indra Yanitra Irawan SIK MSi melalui Kasat Intel, AKP Sahala Harahap SH mengatakan, sesuai informasi adanya wabah virus yang menyebabkan mati mendadak ratusan sapi dan kerbau langsung dilakukan pengecekan dan antisipasi penyebaran wabah virus tersebut.

“Polres Palas langsung melakukan koordinasi dengan Kadis Peternakan Kabupaten Palas dan Kepala Desa Ujung Batu I, Kecamatan Hutaraja Tinggi untuk upaya penangganannya,” terangnya, Sabtu (07/01/23).

Hasil koordinasi tersebut, kata AKP Sahala, dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Palas, drh Romi bersama stafnya dan Kepala Desa Ujung Batu I melakukan pengecekan dan memberikan suntik vaksin Roxyvet La Injec, terhadap hewan ternak peliharaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Batu I, Hasan Basri menjelaskan, ternak sapi dan kerbau milik masyarakat sudah dua minggu belakangan ini mengalami mati mendadak tanpa diketahui gejala penyakit wabah virus apa yang menyerang.

“Sampai saat ini sesuai data jumlah sapi dan kerbau milik masyarakat yang mati mendadak berjumlah 125 ekor, ini merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB),” ucapnya.

Hasan Basri menambahkan, jumlah hewan ternak sapi dan kerbau milik masyarakat di Desa Ujung Batu I ini berkisar 3.000 ekor yang akan dilakukan penyuntikan untuk antisipasi penularan wabah virus terhadap ternak yang masih sehat.

Lanjut Kepala Desa Ujung Batu I, masyarakat mengharapkan perhatian Pemerintah Daerah untuk segera membentuk tim agar turun mencegah wabah virus yang menyerang hewan ternak peliharaan.

“Akibat wabah virus ini yang mematikan sekitar 125 ekor sapi dan kerbau, masyarakat peternak mengalami kerugian mencapai Rp 2 miliaran, lebih,” ungkapnya.

drh Romi menyampaikan, penyebab terjadinya hewan ternak seperti sapi dan kerbau mati mendadak milik masyarakat akibat virus Septicaemia Epizootica (SE) atau ngorok suatu penyakit infeksi akut akibat bakteri.

Dikatakan, penyakit SE yang di alami ternak akan menular terhadap hewan ternak lainnya seperti sapi dan kerbau melaui faktor makanan, minuman dan kontak langsung dengan hewan lainnya.

“Adapun ciri-ciri hewan ternak yang terserang penyakit SE dengan tanda, air liur keluar, demam dan pembengkakan pada leher ternak. Apabila tidak di tangani dengan baik dimungkinkan ternak akan mati secara tiba-tiba,” terangnya.

Menurut drh Romi, penyakit SE yang dialami ternak hewan sapi dan kerbau tidak menular terhadap manusia.

“Saat ini pihak Dinas Peternakan Kabupaten Palas masih melakukan penyuntikan vaksin anti body (Proxyvet La Injec) terhadap hewan ternak milik masyarakat di Desa Ujung Batu I sebanyak 100 ekor,” ungkapnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru