Jumat, 26 Juni 2026

Meski Inflasi Berlanjut, BI Memastikan Laju Pemulihan Ekonomi Sumut 2023 Terus Menguat

Administrator - Selasa, 27 Desember 2022 14:01 WIB
Meski Inflasi Berlanjut, BI Memastikan Laju Pemulihan Ekonomi Sumut 2023 Terus Menguat

Medan I Sumut24.CO

Baca Juga:

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi memastikan meski terjadi inflasi pada Januari 2023 mendatang, pemulihan ekonomi Sumatera Utara diprakirakan akan terus berlanjut.

Alasannya, sebut Doddy Zulverdi, tetap tercermin semakin kuatnya pertumbuhan perekonomian Sumatera Utara yang tercermin dari beberapa indikator ekonomi terkini.

“Aktivitas perdagangan dan dunia usaha terus meningkat tercermin dari peningkatan indeks penjualan riil. Mobilitas yang tinggi juga tercermin dari perkembangan penumpang angkutan udara yang terus meningkat,” papar Doddy Zulverdi saat menggelar Bincang Bareng Media (BBM) Bulan Desember 2022 dengan sejumlah awak media secara offline dan online, di Lt 3 Kantor Bank Indonesia Sumatera Utara, Selasa (27/12/2022).

Lebih lanjut dikatakan Doddy Zulverdi, di sisi lain masih masih tingginya ekspektasi inflasi berisiko menahan aktivitas konsumsi masyarakat. Kinerja ekspor diprakirakan sedikit tertahan sejalan dengan termoderasinya harga komoditas utama. “Hasil liaison Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi adanya penurunan permintaan ekspor dan domestik dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan kenaikan biaya bahan baku,” imbuhnya.

Sementara itu perkembangan Inflasi kumulatif di Sumatera Utara sebut Doddy Zulverdi juga menjelaskan, inflasi kumulatif . hingga November 2022 mencapai 4,55% (ytd).lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional dan kawasan Pulau Sumatera yang tercatat masing-masing sebesar 4,82% (ytd) dan 5,14% (ytd).

Sedangkan untuk penyaluran kredit Perbankan kata Doddy Zulverdi, melambat pada November 2022.

Dari sisi sektoral, sektor utama Sumut seperti Pertanian, Industri Pengolahan, dan Konstruksi mengalami perlambatan pertumbuhan kredit, namun tidak dengan kredit Perdagangan yang mencatat kenaikan pertumbuhan.

Adapun pada November 2022, kredit konstruksi dan pertanian tercatat kontraksi. Di sisi lain, NPL sektor utama masih relatif terjaga, kecuali sektor perdagangan dan konstruksi yang telah mencapai lebih dari 5% pada November 2022 sehingga perlu diwaspadai.

“Sedangkan penyaluran kredit perbankan melambat dari 11,11% (yoy) pada triwulan III 2022 menjadi 6,41% (yoy) pada November 2022. Perlambatan berasal dari menurunnya pertumbuhan kredit investasi seiring dengan pola musiman periode pembayaran proyek korporasi oleh principal yang mendorong pelunasan sebagian kredit. Meski demikian, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masih mencatat peningkatan pertumbuhan pada November 2022. Dari sisi sektoral, sektor utama Sumut seperti Pertanian, Industri Pengolahan, dan Konstruksi mengalami perlambatan pertumbuhan kredit, namun tidak dengan kredit Perdagangan yang mencatat kenaikan pertumbuhan,” katanya.(red-1)

.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Demo di Mapolda Sumut, Mahasiswa Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Jaringan Rokok Ilegal Helium
LTKP Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Pasien RSU Haji Medan Rp4,3 Miliar
Transisi Energi dan Ujian Pemerintahan Ekologis Indonesia
PLN UIP SBU Dan Kanwil BPN Sumatera Utara Perkuat Sinergi Percepatan Pengadaan Lahan Infrastruktur Ketenagalistrikan
DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif
Dayung diangkat! Hong Kong merayakan 50 tahun keseruan lomba perahu naga internasional.
komentar
beritaTerbaru