Jumat, 03 Juli 2026

Masyarakat Sei Nadoras Kecewa, Jembatan 1.4 Milyar Mangkrak

Administrator - Jumat, 11 Maret 2022 10:45 WIB
Masyarakat Sei Nadoras Kecewa, Jembatan 1.4 Milyar Mangkrak

 

Baca Juga:

ASAHAN l SUMUT24.co

Masyarakat Sei Nadoras, Kecamatan B.P Mandoge, Kabupaten Asahan kecewa dengan adanya pembangunan Jembatan yang dikerjakan PT Cleosa Cikal Futuristik bersumber DID Kab.Asahan, sebesar Rp1.469.997.888,05. yang tidak berfungsi atau tidak bisa dilalui disebabkan diduga pekerjaannya belum selesai.

Dunan Herver Sianturi (36) penduduk setempat yang juga merupakan Ketua Ranting di salah satu Ormas kepada awak Media saat dikonfirmasi awak media ini, Jum’at (11/03/2022) menyampaikan, bahwa ada dua titik Jembatan yang dibangun di satu lokasi yang bersebelahan dengan anggaran Rp 1.4 Milyar lebih, tetapi sampai batas tanggal selesai pekerjaan Jembatan tersebut tidak bisa dilalui angkutan apalagi yang bermuatan.

“Kita menduga bahwa pembangunan jembatan itu tidak sesuai aturan atau bestek, sebab Jembatan tersebut sampai sekarang tidak bisa dilalui angkutan apalagi yang bermuatan, dan kita menduga pembangunan jembatan belum selesai dikerjakan namun sampai sekarang pihak dari dinas terkait tidak ada perduli, mungkin ini pekerjaan atau jatah proyek petinggi sehingga dibiarkan mangkrak seperti ini”, ucap Dunan Sianturi.

Masih kata Dunan Sianturi, beliau berharap Bapak Bupati Asahan, H.Surya, B.Sc untuk memberi teguran kepada Dinas PU&PR supaya benar benar memberikan pekerjaan kepada rekanan yang profesional agar tidak sia sia uang Negara.

“Jangan kerjaan ini ‘asal bos senang’, Saya minta pihak penegak hukum untuk segera memanggil dan menindak pemenang proyek pembangunan jembatan yang menelan anggaran 1.4 Milyar, karena ini jelas jelas merugikan negara.”, harap Dunan Sianturi.

Pantauan Awak Media ini dilokasi Pembangunan Jembatan yang Mangkrak, bagaimana kondisi jembatan yang memang terlihat aneh, mengingat kondisi jalan yang selama ini adalah rata namun jembatan dibangun dengan model tanjakan yang lumayan terjal, selain menanjak jembatan yang baru selesai dibangun tetapi sudah pecah sehingga tidak mungkin jembatan tersebut untuk dilalui oleh mobil khususnya truk pengangkut TBS kelapa sawit.

Alhasil hanya roda dua saja yang bisa melalui Jembatan itu, sementara truk pengangkut TBS kelapa sawit harus lewat dari rendahan (bawah jembatan) untuk menuju ke sebrang, tentunya hal ini membuat kecewa para pengguna jalan pengangkut TBS yang selalu melintasi jalan tersebut, dengan kondisi seperti itu tentunya masyarakat sekitar dan seluruh pengguna jalan lintas Silau Jawa merasa kecewa dengan pembangunan Jembatan yang diduga 50% selesainya. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Deli Serdang Dorong Hilirisasi Ubi Kayu dari Lahan ke Pasar Global
Wamendagri: Deli Serdang Termasuk Kabupaten Ber-APBD Besar, Tantangannya Setara Gubernur
Yemima Dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026
Mahasiswa UIN Sumut Gelar Aksi, Desak Pencopotan AS Terkait Dugaan KDRT dan Perselingkuhan
Ketua I TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
BEM se-Sumut: Reformasi Jilid II Harus Melahirkan Solusi, Bukan Sekadar Slogan
komentar
beritaTerbaru