GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Medan I Sumut24.co
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Wali Kota Medan, Bobby Nasution berkomitmen untuk melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan dan pembenahan Kawasan Kota Lama Kesawan. Selain untuk menjadikan lapangan merdeka sebagai cagar budaya dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), langkah melakukan revitalisasi lapangan merdeka yang menjadi satu kesatuan dengan kawasan kota lama kesawan ini juga dapat membangkitkan potensi wisata di kota Medan seperti wisata sejarah, wisata religi dan juga wisata budaya sekaligus menjadi icon baru di kota Medan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfi saat ditemui diruang kerjanya mengatakan pembenahan Kawasan Kota Lama Kesawan dan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan akan memunculkan satu paket wisata baru bagi masyarakat, artinya masyarakat dapat menikmati wisata sejarah, wisata religi dan wisata budaya di satu tempat.
“Nantinya akan saling terintegrasi antara wisata sejarah, wisata religi, dan wisata budaya yang ditampilkan dalam satu tempat dan ini akan menjadi icon baru di kota Medan.”kata OK Zulfi.
Dikatakan OK Zulfi, lap. Merdeka Medan memiliki nilai sejarah yang sangat signifikan dengan kemerdekaan perjuangan bangsa Indonesia. Begitu juga dengan kawasan Kota Lama Kesawan yang juga di keliling bangunan-bangunan bersejarah sehingga nantinya masyarakat dapat menikmati peninggalan sejarah itu semua. Selain itu, untuk mendukung pelaku UMKM di kota Medan, nantinya Pemko Medan juga akan menempatkan pelaku-pelaku UMKM untuk berjualan makanan tradisional dan modern yang berasal dari masing-masing etnis budaya yang ada di kota Medan.
“Kita kan multietnis, jadi nantinya akan banyak dijual kuliner-kuliner ciri khas yang mewakili setiap etnis budaya di kota Medan termasuk juga etnis dari Asia, tentu ini akan menjadi simbol keberagaman budaya masyarakat di kota Medan ditambah lagi masyarakatnya yang beragam agama namun tetap hidup rukun berdampingan.”ujar Ok Zulfi.
Selain itu, Ok Zulfi juga menyebutkan Dinas Kebudayaan Kota Medan juga memiliki program pekan warisan budaya Medan yang digelar setiap sekali setahun di Lap. Merdeka Medan. Dalam pekan warisan budaya Medan ini berbagai atraksi budaya dan pameran diadakan dalam sepekan.
“Kita menampilkan festival tarian, karnaval budaya, pameran foto dan juga nantinya ada kegiatan heritage walk bagi masyarakat umum.”sebutnya.red
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota