GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
MEDAN I Sumut24.co
KNPI Sumut dorong Gubernur Sumut mengevaluasi kinerja Kadis Kelautan dan Perikanan Sumut, Mulyadi Simatupang. Tingginya silpa DAK, rendahnya serapan anggaran dan tidak optimalnya sosialisasi Kartu Nelayan jadi bukti buruknya kinerja Mulyadi Simaputang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ronggur Raja Doli Simorangkir, MA, Rabu (30/10). Dia mengatakan, deretan persoalan itu adalah bukti nyata buruknya kinerja, sekaligus ketidakmampuan Mulyadi Simaputang dalam menerjemahkan program kerja unggulan Edy Rahmayadi-H. Musa Rajekshah (ERAMAS). “Bagaimana program kesejahteraan nelayan yang digaungan Eramas bisa terwujud jika Kadisnya saja tidak mampu mensosialisasikan Kartu Nelayan. KNPI Sumut yakin hanya 70 ribu nelayan saja yang punya Kartu Nelayan dari total 250 ribu nelayan yang ada di Sumut,†kata Ronggur. Kata dia, padahal Kartu Nelayan itu jadi solusi penting untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena dengan kartu itu nelayan bisa menerima solar subsidi untuk kapal, mendapat asuransi kecelakaan, dan mendapat pelatihan keterampilan nakhoda kapal. Lanjutnya, atau bedah saja RPJMD Pemprov terkait program untuk nelayan, tidak ada satupun yang berdampak bagi nelayan. Menurutnya, belum lagi soal silpa DAK 3,5 Miliar yang diperuntukan untuk pengadaan kapal pengawas dan rendahnya serapan anggaran di Dinas Kelautan dan Perikanan. “Untuk mengadakan 2 buah kapal pengawasan saja tidak mampu, padahal itu anggarannya dari pusat. Ini adalah hal yang sangat fatal, didaerah lain DAK itu betul-betul digunakan untuk daerah, di kita malah DAK itu disia-siakan, kedepan mungkin ini bisa mempengaruhi pusat untuk memberi DAK,’ kata Ronggur. Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, ternyata serapan anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan juga sangat rendah. Katanya, indikasinya hanya dua, Kadisnya yang tidak tau kerja sehingga tidak mampu menjalankan dan membuat program, atau Kadisnya yang malas kerja sehingga program yang ada seadanya saja dikerjakan. Ronggur mengatakan, Gubernur Sumut harus segera mengevaluasi kinerja Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut demi mewujudkan kesejahteraan nelayan. Kami tidak ingin ada presepsi miring dari nelayan ke Eramas terkait minimnya sentuhan pemerintah ke nelayan, padahal sesungguhnya Kadisnya lah yang tidak mampu menerjemahkan arahan dan pokok pikiran Eramas untuk kesejahteraan nelayan. “Ya berdasarkan penilaian kami, Dinas Kelautan dan Perikanan jadi OPD yang berkinerja paling buruk di Pemprov,†tutup Ronggur.red
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota