Pertemuan dengan Andrew Parsons di Acara Gubernur Hideaki Omura
Pertemuan dengan Andrew Parsons di Acara Gubernur Hideaki Omura
News
Baca Juga:
MEDAN I Sumut24.co
KNPI Sumut dorong Gubernur Sumut mengevaluasi kinerja Kadis Kelautan dan Perikanan Sumut, Mulyadi Simatupang. Tingginya silpa DAK, rendahnya serapan anggaran dan tidak optimalnya sosialisasi Kartu Nelayan jadi bukti buruknya kinerja Mulyadi Simaputang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ronggur Raja Doli Simorangkir, MA, Rabu (30/10). Dia mengatakan, deretan persoalan itu adalah bukti nyata buruknya kinerja, sekaligus ketidakmampuan Mulyadi Simaputang dalam menerjemahkan program kerja unggulan Edy Rahmayadi-H. Musa Rajekshah (ERAMAS). “Bagaimana program kesejahteraan nelayan yang digaungan Eramas bisa terwujud jika Kadisnya saja tidak mampu mensosialisasikan Kartu Nelayan. KNPI Sumut yakin hanya 70 ribu nelayan saja yang punya Kartu Nelayan dari total 250 ribu nelayan yang ada di Sumut,†kata Ronggur. Kata dia, padahal Kartu Nelayan itu jadi solusi penting untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena dengan kartu itu nelayan bisa menerima solar subsidi untuk kapal, mendapat asuransi kecelakaan, dan mendapat pelatihan keterampilan nakhoda kapal. Lanjutnya, atau bedah saja RPJMD Pemprov terkait program untuk nelayan, tidak ada satupun yang berdampak bagi nelayan. Menurutnya, belum lagi soal silpa DAK 3,5 Miliar yang diperuntukan untuk pengadaan kapal pengawas dan rendahnya serapan anggaran di Dinas Kelautan dan Perikanan. “Untuk mengadakan 2 buah kapal pengawasan saja tidak mampu, padahal itu anggarannya dari pusat. Ini adalah hal yang sangat fatal, didaerah lain DAK itu betul-betul digunakan untuk daerah, di kita malah DAK itu disia-siakan, kedepan mungkin ini bisa mempengaruhi pusat untuk memberi DAK,’ kata Ronggur. Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, ternyata serapan anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan juga sangat rendah. Katanya, indikasinya hanya dua, Kadisnya yang tidak tau kerja sehingga tidak mampu menjalankan dan membuat program, atau Kadisnya yang malas kerja sehingga program yang ada seadanya saja dikerjakan. Ronggur mengatakan, Gubernur Sumut harus segera mengevaluasi kinerja Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut demi mewujudkan kesejahteraan nelayan. Kami tidak ingin ada presepsi miring dari nelayan ke Eramas terkait minimnya sentuhan pemerintah ke nelayan, padahal sesungguhnya Kadisnya lah yang tidak mampu menerjemahkan arahan dan pokok pikiran Eramas untuk kesejahteraan nelayan. “Ya berdasarkan penilaian kami, Dinas Kelautan dan Perikanan jadi OPD yang berkinerja paling buruk di Pemprov,†tutup Ronggur.red
Pertemuan dengan Andrew Parsons di Acara Gubernur Hideaki Omura
News
Lewat SULING! Kapolres Padangsidimpuan Sosialisasikan Call Center 110, Ajak Warga Perangi Narkoba
News
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat Di Jumat Berkah, Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansah Sitorus Datangi Nenek 80 Tahun Bawa Sembako
News
Salumpat Saindege! HUT ke25 Padangsidimpuan Jadi Panggung Napak Tilas Sejarah, Tokoh Penting Tabagsel Hadir
News
Jumat Keliling! Kapolres Padangsidimpuan Noval Desky Turun ke Masjid, Perkuat Silaturahmi, Cegah Narkoba, dan Bagikan Masker kepada Warga
News
Jumat Keliling! Kapolres Padangsidimpuan Noval Desky Turun ke Masjid, Perkuat Silaturahmi, Cegah Narkoba, dan Bagikan Masker kepada Warga
News
Patroli Dini Hari di Padang Lawas, Tim Serigala Sakti Sisir Titik Rawan Begal dan Premanisme
News
Wabup Candra Ajak BKMT Kabupaten Solok Perkuat Syiar Islam dan Kepedulian terhadap Penyakit Masyarakat.
News
Bupati Solok Hadiri Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up, Serahkan Piala untuk Mobil Terfavorit
News
Akhiri Masa Dinas, IPDA Irianto Tinggalkan Jejak Pengabdian di Polres Padang Lawas
News