GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
MEDAN I SUMUT24.co Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak menimbulkan varian baru penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara. Pasalnya, tradisi pulang kampung masih kental di Sumut. Karena itu, agar Forkopimda Sumatera Utara melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.
“Di Sumut ada tradisi pulang kampung saat liburan panjang sehingga berpotensi terjadinya lonjakan Covid. Karena itu harus ada upaya untuk mengendalikan mobilitas masyarakat saat Perayaan Nataru 2022,†kata Kapolri dan Panglima TNI saat melakukan zoom meeting di rumah dinas Gubernur Sumut, Rabu (03/11/21).
Kapolri mengatakan, untuk mencegah terjadinya lonjakan pasca pulang kampung Nataru, agar Forkopimda melakukan langkah-langkah antisipasi dan ini harus menjadi perhatian tersendiri. Kita harus waspada dengan lonjakan internasional. Kemudian varian ini lebih mirip dengan varian delta. Begitu diberikan kelonggaran, maka angkanya naik lagi. Kegiatan akhir tahun yang sifatnya menyebabkan kerumunan agar dihindari,†katanya dihadapan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak, Kajatisu, Ketua DPRDSU, para PJU Kodam I/BB dan Poldasu serta unsur Forkopimda, saat melakukan zoom meeting di rumah Aula Tengku Rizal Nurdin Gubernuran.
Listyo mengakui, saat ini perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Meski angka penularan semakin menurun namun masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan.
“Pesan Presiden walaupun angka semakin baik kita harus prokes. Bahwa kondisi angka itu bisa berubah kalau lengah. Kita berada di rangking 1 di Asia Tenggara untuk penanganan pengendalian Covid-19 terbaik. Tapi kita tak boleh lengah dengan angka itu,†akunya. Jenderal bintang empat itu menegaskan, ketika masyarakat lengah dan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19, maka resiko terjadinya gelombang ketiga Covid-19 menghantui Indonesia seperti yang dialami negara-negara maju.
“Kalau kita lengah dan abai dengan Prokes maka ada resiko terjadinya gelombang ketiga. Di Inggris walaupun vaksinasinya sudah 67 persen tapi masih terjadi fluktuasi. Secara nasional kita di angka 50 persen lebih, ini yang harus diantisipasi,†tegas Kapolri.(W05)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota