Minggu, 05 Juli 2026

Kapolri dan Panglima TNI Tegaskan Nataru di Sumut Tidak Menimbulkan Varian Baru Covid-19

Administrator - Rabu, 03 November 2021 13:36 WIB
Kapolri dan Panglima TNI Tegaskan Nataru di Sumut Tidak Menimbulkan Varian Baru Covid-19

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak menimbulkan varian baru penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara. Pasalnya, tradisi pulang kampung masih kental di Sumut. Karena itu, agar Forkopimda Sumatera Utara melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

“Di Sumut ada tradisi pulang kampung saat liburan panjang sehingga berpotensi terjadinya lonjakan Covid. Karena itu harus ada upaya untuk mengendalikan mobilitas masyarakat saat Perayaan Nataru 2022,” kata Kapolri dan Panglima TNI saat melakukan zoom meeting di rumah dinas Gubernur Sumut, Rabu (03/11/21).

Kapolri mengatakan, untuk mencegah terjadinya lonjakan pasca pulang kampung Nataru, agar Forkopimda melakukan langkah-langkah antisipasi dan ini harus menjadi perhatian tersendiri. Kita harus waspada dengan lonjakan internasional. Kemudian varian ini lebih mirip dengan varian delta. Begitu diberikan kelonggaran, maka angkanya naik lagi. Kegiatan akhir tahun yang sifatnya menyebabkan kerumunan agar dihindari,” katanya dihadapan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak, Kajatisu, Ketua DPRDSU, para PJU Kodam I/BB dan Poldasu serta unsur Forkopimda, saat melakukan zoom meeting di rumah Aula Tengku Rizal Nurdin Gubernuran.

Listyo mengakui, saat ini perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Meski angka penularan semakin menurun namun masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan.

“Pesan Presiden walaupun angka semakin baik kita harus prokes. Bahwa kondisi angka itu bisa berubah kalau lengah. Kita berada di rangking 1 di Asia Tenggara untuk penanganan pengendalian Covid-19 terbaik. Tapi kita tak boleh lengah dengan angka itu,” akunya. Jenderal bintang empat itu menegaskan, ketika masyarakat lengah dan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19, maka resiko terjadinya gelombang ketiga Covid-19 menghantui Indonesia seperti yang dialami negara-negara maju.

“Kalau kita lengah dan abai dengan Prokes maka ada resiko terjadinya gelombang ketiga. Di Inggris walaupun vaksinasinya sudah 67 persen tapi masih terjadi fluktuasi. Secara nasional kita di angka 50 persen lebih, ini yang harus diantisipasi,” tegas Kapolri.(W05)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
komentar
beritaTerbaru