GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Aek Kanopan I Sumut24.co Paguyuban Sedulur Selawase, menyerahkan buku “Kamus Cakap Anak Medan” yang disusun Choking Susilo Sakeh kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) H. Muhammad Suib SPd MM dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Labura, Ari Susilo Pololop Siregar (Popo), Jumat (29/10). Buku “Kamus Cakap Anak Medan”, yang disusun Choking Susilo Sakeh merupakan kumpulan dialek yang telah terbetuk sejak ratusan tahun lalu, seiring dengan keberagaman etnis dan kultur yang ada di Medan dan Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Penyerahan buku kepada Sekda Labura Muhammad Suib dilakukan oleh Dewan Penasehat Paguyuban Sedulur Selawase, Zakaria Rambe didampingi Ketua Harian Paguyuban Sedulur Selawase, Aulia Andri di Aek Kanopan.
“Buku ini merupakan simbol perseduluran (persaudaraan) dari kami yang menganggap Pak Suib dan Pak Popo Siregar sebagai sedulur selawase (saudara selamanya),” kata Zakaria.
Choking Susilo Sakeh penyusun “Kamus Cakap Anak Medan” merupakan Ketua Umum Paguyuban Sedulur Selawase yang merupakan organisasi antaretnis di Sumut. Paguyuban ini mengedepankan semangat persaudaraan untuk saling tolong menolong.
Sekda Kabupaten Labura, Muhammad Suib juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Umum Paguyuban Sedulur Selawase, Choking Susilo Sakeh yang telah berkenan memberikan oleh-oleh buku kepadanya. Menurutnya, tradisi saling memberi buku merupakan tradisi kaum intelektual yang tetap harus dilestarikan.
“Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada Bang Choking atas perhatian kepada kami. Ini sebuah kehormatan sekaligus kebanggan bagi kami,” kata Muhammad Suib.
Selain berisikan seribuan kata khas Medan, buku ini juga dihiasi dengan berbagai sketsa bangunan bersejarah di Medan. Sketsa-sketsa ini merupakan karya dari Charles Pandiangan ini. Melalui karya sketsa ini, Charles menggambarkan Medan sebagai kota kaya akan bangunan bersejarah yang unik dan menarik.red
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota