Minggu, 05 Juli 2026

Diserahkan Sedulur Selawase Buku Choking Diapresiasi Sekda Labura dan Ketua FPG DPRD Labura

Administrator - Sabtu, 30 Oktober 2021 09:42 WIB
Diserahkan Sedulur Selawase  Buku Choking Diapresiasi Sekda Labura dan Ketua FPG DPRD Labura

Aek Kanopan I Sumut24.co Paguyuban Sedulur Selawase, menyerahkan buku “Kamus Cakap Anak Medan” yang disusun Choking Susilo Sakeh kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) H. Muhammad Suib SPd MM dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Labura, Ari Susilo Pololop Siregar (Popo), Jumat (29/10). Buku “Kamus Cakap Anak Medan”, yang disusun Choking Susilo Sakeh merupakan kumpulan dialek yang telah terbetuk sejak ratusan tahun lalu, seiring dengan keberagaman etnis dan kultur yang ada di Medan dan Sumatera Utara (Sumut).

Baca Juga:

Penyerahan buku kepada Sekda Labura Muhammad Suib dilakukan oleh Dewan Penasehat Paguyuban Sedulur Selawase, Zakaria Rambe didampingi Ketua Harian Paguyuban Sedulur Selawase, Aulia Andri di Aek Kanopan.

“Buku ini merupakan simbol perseduluran (persaudaraan) dari kami yang menganggap Pak Suib dan Pak Popo Siregar sebagai sedulur selawase (saudara selamanya),” kata Zakaria.

Choking Susilo Sakeh penyusun “Kamus Cakap Anak Medan” merupakan Ketua Umum Paguyuban Sedulur Selawase yang merupakan organisasi antaretnis di Sumut. Paguyuban ini mengedepankan semangat persaudaraan untuk saling tolong menolong.

Sekda Kabupaten Labura, Muhammad Suib juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Umum Paguyuban Sedulur Selawase, Choking Susilo Sakeh yang telah berkenan memberikan oleh-oleh buku kepadanya. Menurutnya, tradisi saling memberi buku merupakan tradisi kaum intelektual yang tetap harus dilestarikan.

“Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada Bang Choking atas perhatian kepada kami. Ini sebuah kehormatan sekaligus kebanggan bagi kami,” kata Muhammad Suib.

Selain berisikan seribuan kata khas Medan, buku ini juga dihiasi dengan berbagai sketsa bangunan bersejarah di Medan. Sketsa-sketsa ini merupakan karya dari Charles Pandiangan ini. Melalui karya sketsa ini, Charles menggambarkan Medan sebagai kota kaya akan bangunan bersejarah yang unik dan menarik.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
komentar
beritaTerbaru