Pemkab Asahan Kukuh Pertahankan Gelar Kabupaten Informatif Lima Kali Berturut-turut di KI Award 2026
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mempertahankan predikat Kabupa
kota
MEDANÂ I Sumut24.co
Baca Juga:
- Pemkab Asahan Kukuh Pertahankan Gelar Kabupaten Informatif Lima Kali Berturut-turut di KI Award 2026
- Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Se-Kecamatan, Perkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
- Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengingatkan tentang pentingnya sikap moderasi dalam beragama. Karena, dengan paham moderat ini, umat Islam dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme, sehingga toleransi antarsesama umat beragama bisa terus terjaga.
“Moderasi beragama ini penting agar kita menyadari ada perbedaan dan keanekaragaman. Kita juga tahu negara kita adalah negara Pancasila yang dalam sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya bangsa kita ini adalah bangsa yang beragama,” ungkap Wagub Musa Rajekshah saat menjadi pemateri pada seminar nasional ‘Literasi Kebangsaan Moderasi dan Toleransi Beragama’ di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Sabtu (9/10).
Wagub menjelaskan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) moderasi berarti pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstriman. Karena itu, menjadi moderat adalah menjadi orang yang tidak ekstrim dan selalu mengambil posisi di tengah, adil dan tidak ekstrim kanan atau kiri.
“Karenanya jika moderasi beragama ini dikelola dengan baik, maka tentu bisa menjaga kerukunan umat beragama,” jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.
Ijeck melanjutkan, dalam moderasi ini atau menjadi seorang moderat, memiliki tiga syarat penting. Pertama ialah harus memiliki pengetahuan yang luas, kedua pintar mengendalikan emosi diri dan ketiga selalu bersikap hati-hati.
“Kita lihat di Indonesia ini banyak memiliki adat istiadat yang berbeda. Karenanya kita tentunya tidak mengharapkan lagi ada daerah yang sampai terjadi konflik,” terangnya.
Sedangkan radikalisme, papar Ijeck, terdapat beberapa ciri-ciri identik yang ketap terjadi. Pertama selalu mengklaim kebenaran tunggal, kemudian mengutamakan ibadah secara penampilan, menggunakan cara kekerasan, mudah mengkafirkan orang lain, tertutup kepada masyarakat, dan apolitik atau tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah.
“Untuk itu kita selalu menekankan masalah toleransi umat beragama ini. Kami berharap di Sumut kerukunan umat beragamanya bisa tetap berjalan dengan baik dan jangan sampai terjadi pemahaman yang tidak baik, hingga merugikan kita dan anak cucu keturunan kita,” ujarnya.
Ijeck menerangkan, mengambil data index nasional kerukunan umat beragama tahun 2019 berdasarkan survei Puslitbang, indeks hasil kerukunan beragama di Indonesia memiliki tiga dimensi yang dapat diukur, yaitu toleransi, kesetaraan dan kerja sama diantara umat beragama.
Dari data indeks ini, sambung dia, Papua Barat adalah daerah yang paling tinggi tingkat kerukunan umat beragamanya. Sedangkan Provinsi Sumut berada pada rangking 10 dengan penilaian indeks 76,3.
Karena itu, kepada mahasiswa yang menjadi peserta seminar tersebut, Ijeck meminta agar dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Kemudian ilmu yang didapat bisa bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk agama dan seluruh nusa dan bangsa.
Disampaikan juga, dengan kerukunan umat beragama, Ijeck yakin bangsa dan negara ini dapat maju, dan umat Islam juga bisa hidup berdampingan dengan ekonomi yang juga baik. “Untuk itu kepada adik-adik mahasiswa jangan berpikir hanya sesaat atau untuk kepentingan pribadi dan kelompok saja, tapi berpikirlah untuk yang lebih besar, untuk bangsa dan negara ini,†ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Arso mengatakan, kehadiran Wagub Sumut sebagai pemateri seminar membuat kegiatan menjadi semakin berbobot. Karena dengan kehadiran ini, katanya, maka berarti kerja sama ulama dan umara masih berjalan dengan langkah yang sama untuk perbaikan masyarakat dan bangsa, khususnya Provinsi Sumut ke depannya.
“Melihat kondisi sekarang, seminar ini sangat penting agar akhlakul karimah tetap terjaga, khususnya di kalangan umat Islam yang turut serta mendayakan untuk Sumut bermartabat,” jelasnya.
Turut hadir dalam seminar ini Ketua MUI Pusat KH Sholahuddin Al-Ayyubi dan Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak (secara virtual), Wakil Ketua Umum MUI Sumut Adriansyah, Dewan Pimpinan MUI Kabupaten/Kota, Pimpinan Unit Usaha Syariah Bank Sumut Julian Helmi, serta para mahasiswa antara lain dari HMI, PMII, Satma PP, IMM, HIMMAH dan Mahasiswa Fakultas Teknik USU.w03
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mempertahankan predikat Kabupa
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan resmi mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Asahan sekaligus melantik Bund
News
Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
News
Kapolres Madina Pimpin Operasi Sarang Narkoba, Tujuh Pria Dibawa ke Satresnarkoba
News
HUT ke75 Humas Polri, Polres Tapsel Hadir Bawa Kepedulian ke Panti Jompo Nurul Falah
News
HUT ke75 Humas Polri, Polres Tapsel Buktikan Kepedulian Lewat Donor Darah
News
Pemkab Madina Raih Predikat Kabupaten Informatif di KI Sumut Award 2026, Atika Jadi Motivasi untuk Berbenah
News
sumut24.co JakartaASUS secara resmi meluncurkan lini laptop kreator profesional terbarunya di pasar Indonesia, yaitu ASUS ProArt P14 dan A
Ekbis
Otak Pelaku Penembakan Wadan Koti PP Deli Serdang Masih Diselidiki Polda Sumut Pelaku Belum Diketahui
News
Pemkab Solok Paparkan Progres R3P Pascabencana, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepatan Pemulihan
News