GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
SERDANG BEDAGAI | SUMUT24.CO
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Adlin Umar Yusri Tambunan meminta kepada seluruh pihak baik guru, penjaga sekolah hingga murid dan orang tua untuk mengikuti Petunjuk Tekhnis (Juknis) dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka yang mulai dijalankan diwilayah Kabupaten Sergai.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Adlin Tambunan saat meninjau simulasi pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka di SMP Negeri 1 Perbaungan dan SDN 108293 Perbaungan, Senin (6/9/2021).
Turut menemani Kadis Pendidikan Suwanto, Camat Perbaungan M. Fahmi, Kacab Pendidikan Sei Rampah Dinas Pendidikan Sumatera Utara Yedi Efendi Sipayung dan Kapolsek Perbaungan AKP A.M. Simanjuntak.
Dalam tinjauannya, Adlin mengaku simulasi yang dilakukan disekolah ini sudah berjalan baik. Penerapan protokol kesehatan sudah berjalan semestinya.
“Tolong prokesnya dijaga ketat. Seluruh guru, penjaga sekolah dan siswa semuanya harus menggunakan masker dan tidak berkerumun. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan jika jam belajar mengajar selesai, langsung balik kerumah,”ungkap Adlin.
Ia juga meminta agar seluruh guru yang belum divaksin untuk segera di vaksin. “Vaksinasi bapak ibu guru serta para murid juga harus dijalankan. Saya minta bagi yang belum vaksin untuk segera ke puskesmas terdekat. Begitu juga jika didapati siswa dan guru yang sakit apakah itu demam dan lain sebagainya, segera ditindak lanjuti, jangan dibawa diam,”jelasnya.
Adlin mengkhawatirkan jika terdapat anak didik atau guru yang terpapar Covid19 dapat berdampak pada proses belajar mengajar disekolah.
“Kita anggap saja siswa SMP sederajat di Sergai ini ada 17 ribu. Jika 5 persennya saja terpapar pandemi ini, Rumah sakit kita belum mampu menanganinya. Makanya saya minta prokes dijaga ketat. Bapak ibu guru harus memberikan contoh kepada siswa. Sebagaimana pepatah kuno Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai Suwanto menjelaskan bahwa pihaknya bekerjasama dengan pihak swasta untuk mendatangkan vaksin di Sergai yang akan diperuntukkan bagi para siswa yang belum divaksin.
“Kami sudah menggandeng Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia. Data-data siswa kita mulai dari SMP, SMA, Aliyah dan Tsanawiyah dan sederajat yang berjumlah kurang lebih 45 ribu siswa sudah kita serahkan. Kita harapkan dalam bulan ini rencana tersebut bisa terealisasi,”ungkap Suwanto.
Ia juga mengingatkan kepada para guru yang belum divaksin untuk segera ke Puskesmas terdekat dengan membawa surat pengandar dari sekolah.
“Seluruh guru yang mengajar tatap muka harus sudah divaksin. Itu ada di Juknis. Begitu juga penjaga dan petugas kebersihan sekolah,”ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perbaungan, Sahara Andini mengatakan simulasi proses belajar mengajar tatap muka ini dilakukan dari jam 8 sampai jam 10.
“Teknisnya, para siswa akan diperiksa suhu tubuhnya dan disemprot disinvektan mulai dari gerbang masuk sekolah. Setelah iru mencuci tangan saat mau masuk ke kelas, dan duduknya juga dilakukan zig zag. Yang masuk juga dibatasi, hanya maksimal 20 siawa perkelas,”jelas Andini.
Para siswa juga diharuskan membawa bekal dari rumah mulai dari makanan dan minuman dan saat pulang dilakukan secara bergiliran sesuai dengan kelasnya.
“Tidak diperbolehkan kalau tidak bawa minum, tidak boleh pinjam alat belajar, seperti pulpen, buku dan lainnya. Guru juga kita siapkan 1 spidol 1 guru. Para siswa juga hanya masuk 2 hari, sisanya dibekali tugas dan ditentukan jadwal kembali ke loker. Pulangnya dari pintu belakang jadi tidak berkerumun,”tandasnya.(Bdi)
–
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota