GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
DELISERDANG I SUMUT24 Adanya mediasi pihak kecamatan beringin dengan para pengusaha cafe bantaran sungai ular, terus menjadi perbincangan masyarakat khususnya masyarakat kecamatan beringin.
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Menurut informasi yang didapat, bahwa keberadaan cafe bantaran sungai ular jauh dari pemukiman penduduk, karena keberadaanya dipinggir sungai ular sehingga tidak begitu mengganggu aktifitas masyarakat. apalagi keberadaan cafe tersebut sangat membantu kepada pemerintah khususnya BWSS II Sumut, karena bantaran sungai itu menjadi bersih serta tidak menyeramkan, ditambah lagi keamanan diwilayah tersebut terjaga dengan baik dan kondusif.
Dalam mediasi itu pengusaha cafe dan pekerja cafe bantaran sungai ular mencurahkan hatinya soal penolakan oleh masyarakat. sementara ada pihak-pihak atau oknum lain yang ingin menguasai lahan bantaran sungai ular itu untuk bercocok tanam dan lain sebagainya. sehingga masyarakat agar bijaksana jangan mau di provokasi dengan tujuan tertentu demi keuntungan oknum-oknum tersebut.
” kami bekerja di cafe itu hanya untuk bertahan hidup sejengkal perut kami, bukan untuk kaya, kalau cafe itu tutup bagaimana dengan nasib anak-anak kami, apa ada yang menanggungnya, ucap janda tiga anak itu. “sebenarnya kami pun tak mau bekerja begini pak, tapi sudah menjadi tuntutan hidup kami pak agar dapat bertahan hidup untuk memberi makan ibu dan anak kami, ucap Pipit.
“tolonglah pak kasihanilah kami, anak kami perlu makan dan sekolah. sementara ini jaman pandemi ekonomi kami sudah morat-marit kadang makan dan kadang tidak makan, ungkapnya.
Sampai saat ini keberadaan cafe bantaran sungai ular masih tutup, karena pemilik cafe takut disweeping oleh masyarakat atas oknum-oknum yang ingin menguasai lahan bantaran sungai ular tersebut.tim
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota