GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Medan I Sumut24.co Senin malam pukul 22:00 WIB remaja masjid An najah Belawan Bahari yang juga kader sekaligus pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kota Medan pulang dari mesjid setelah sebelumnya melakukan kegiatan rutinan mengaji.
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Setelah selesai mengaji kemudian remaja mesjid yang berjumlah 14 orang itu bermain futsal, termsuk Ketua rizalu Ansor kota medan Muhammad ikhsan S.Kom yang merupakan salah satu pembimbing remaja masjid tersebut.
Ketika bermain futsal mereka di ganggu oleh sekelompok remaja yang di duga masi berusia 17 tahun kebawah, dengan mengatas namakan dari grup/geng BARAKUDA yang di ketuai oleh Rasyid DKK, kemudian kelompok geng tersebut meminta uang keamanan atau seperti mengompas/memalak. “Tiba-tidak mereka ngompas kita bang” kata M. Iksan korban pembacokan kepada Selasa, 10/8/2021.
“Mereka remaja msih di bawah umur, kami pun tidak mengopeni nya dan mereka mengancam kasi dulu uang ke amanan nanti ku bacok pakek besi kuning kelen” tambah M. Iksan menirukan bahasa Rasyid si ketua geng.
“Kami hanya tertawa dan bilang kemereka pulang aja kalian sana, gak usah buat onar di kampung” kata Zikri salah satu kader Banser dan juga anak remaja masjid.
Mendengar ucapan M. Iksan dan kawan kawan membuat Rasyid dan geng nya berbuat berutal tepat pukul 23 :00 WIB ketika M. Iksan dan rombongan pulang kerumah tiba-tiba di kejar dan di hadang oleh kelompok geng diketuai Rasyid langsung mngeluarakan SAJAM berupa Parang dan Pisau dan langsung menyandra Iksan ingin menikam.
“Kawan-kawan semua berusaha melerai bang, ketika melerai Bagus Asmoro anak remaja masjid jatuh ke tanah dan di pijak – pijak dan di sayat pakek parang di punggung nya, setelah itu Ardiansyah anggota Remaja Mesjid juga melerai dan menolong tapi yang ada malah Ardiansyah di bacok di bagian kepala belakang sehingga luka 9 jahitan, setelah itu ardiansyah dan bagus asmoro menyelamat kan diri mundur ke belkanag tinggal la saya sendirian dan di sandera leher saya diletak parang dan motor saya di tunjang sampai akhir nya warga sekitar membantu saya” ungkap M. Iksan.
Saat ini kasus tersebut di tangani oleh Polsek Medan Labuhan, dan 2 dari 9 pelaku tersebut telah diamankan di Polsek Medan Labuhan guna penyelidikan lebih lanjut sementara korban luka-luka telah di larikan ke RSU Delima Martubung untuk menjalani perawatan. (Red)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota