GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
MEDAN I Sumut24.co Untuk penanganan pasien Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pempov) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mengadakan isolasi terpusat. Bahkan, seluruh kabupaten/kota juga diminta menyiapkan tempat untuk isolasi terpusat tersebut.
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada Presiden RI Joko Widodo dalam rapat evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, secara virtual, Sabtu (7/8), di Kediaman Pribadi Gubernur.
Hadir di antaranya Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Abdul Haris Lubis, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ismael Parenus Sinaga.
“Saya sudah mengunjungi kabupaten/kota dan memerintahkan penyedian isolasi terpusat ini. Kami terus berusaha dan berbuat, kami telah berbuat maksimal walaupun hasil belum maksimal, dan kami tidak mau rakyat kami sakit,” ucap Edy Rahmayadi.
Edy Rahmayadi juga melaporkan bahwa Sumut saat ini mengalami kendala ketersediaan obat-obatan yang sudah sangat terbatas. Karena itu, diharapkan ada bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat, terkait ketersediaan obat-obatan tersebut.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan kepala daerah di luar pulau Jawa dan Bali untuk mengambil langkah serta respons yang cepat terkait penanganan penyeberan Covid-19 yang terus meningkat. Saat ini sudah mencapai 54% kenaikan kasus aktif dan mengingatkan lonjakan terjadi pada dua minggu kedepan.
“Kebutuhan saat ini adalah respons cepat, karena pergerakkan naik terus terjadi di luar Jawa dan Bali. Lima provinsi yang tinggi yakni Kaltim, Sumut, Papua, Sumbar dan Riau,” ucap Joko Widodo saat memberikan arahan secara virtual pada Menteri, TNI, Polri serta Gubernur 5 provinsi luar Jawa dan Bali.
Jokowi mengingatkan ada tiga langkah yang harus diambil Forkopimda, terkait kenaikan kasus Covid-19 yang terus terjadi, yakni menghentikan mobilitas masyarakat paling tidak selama dua minggu kedepan. Kemudian mempercepat testing dan tracing, serta menyiapkan isolasi terpusat.
“Kecepatan vaksinasi juga harus didukung, jangan biarkan berhenti, jangan sampai stok bertumpuk di daerah. Saat ini kita sudah menyiapkan 70 juta dosis vaksin,” katanya.
Sementara Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini Forkopimda harus dapat menekan jumlah masyarakat yang terpapar untuk tidak sampai masuk ke Rumah Sakit. Hal ini dengan menekan mobilitas masyarakat agar yang terpapar tidak terus meningkat.w03
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota