Dunia Akui Orientasi State-Driven Prabowo Subianto
Dunia Akui Orientasi StateDriven Prabowo Subianto
kota
SERDANG BEDAGAI | SUMUT24
Baca Juga:
Setelah 32 hari tertahan di Rumah Sakit Sawit Indah Perbaungan, pasangan suami istri (pasutri) Rudi Prastio (30) dan Sisi Handayani alias Sisi (29) akhirnya di perbolehkan pulang, jumat (23/7/2021) malam sekira pukul 22.30 WIB.
Warga yang tinggal di Lingkungan IV Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini diperbolehkan pulang kerumah oleh pihak Rumah Sakit, lantaran kekurangan biaya untuk persalinan Sisi dilunasi oleh Bupati Sergai H Darma Wijaya.
Sebelumnya, Pria yang akrab di sapa Wiwik ini bermain bola kaki bersama PS Wartawan Sergai dilapangan bola kaki Desa Sukajadi Kecamatan Tanjung Beringin. Usai bermain, dirinya mendapat kabar dari beberapa media bahwasanya ada salah seorang warga yang ditahan pihak Rumah Sakit lantaran tidak sanggup membayar kekurangan biaya persalinan sebesar Rp 2,2 juta.
Mendengar hal itu, Ia pun langsung bergegas menghubungi beberapa rekannya dan langsung menjenguk Sisi di Rumah Sakit Sawit Indah Perbaungan. Bupati terlihat datang bersama tokoh masyarakat Perbaungan Syahrianto SH.
Kedatangan Bupati, membuat rasa harus bercampur sedih menghiasi wajah Prasetio dan Sisi. Betapa tidak, karena biaya kekurangan persalinan itu diantar langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten ini.
“Ini uang hasil gotong royong. Mudah-mudahan dengan uang ini, biaya persalinan bisa dilunasi dan bisa kembali pulang kerumah,” ungkap Wiwik disambut tangis Sisi.
Menurut informasi, Sisi selama 32 hari ini tertahan di Rumah Sakit Sawit Indah Perbaungan lantaran tidak sanggup membayar uang persalinan. Suaminya Rudi Prastio tidak mampu melunasi biaya persalinan dan perawatan sebesar Rp 8 juta.
Meski pihak rumah sakit sudah memberikan keringanan untuk membayar biaya operasi saja sebesar Rp 4,9 juta, namun pekerjaan sebagai buruh pencari rumput ternak tidak mampu untuk membayarkan biaya operasi persalinan istrinya.
Bermodal informasi berharap mendapat bantuan, akhirnya didengarkan oleh para dermawan seperti Ketua DPRD Sergai dr. Risky Ramadhan, Wabup Adlin Tambunan, Lurah setempat dan beberapa dermawan lainnya yang sudah terlebih dahulu memberikan bantuan.
Sementara itu, Sisi kepada awak media mengaku sempat berpikir untuk bunuh diri dan membunuh anaknya karena sudah frustasi tidak bisa pulang kerumah. Setiap malam ia menangis agar bisa pulang kerumah karena sudah sangat rindu untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.
” Alhamdulillah nak kita pulang, kita pulang” ucapnya menangis sambil mencium anaknya.
Sisi dan Rudi mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Bupati Sergai yang telah bergotong royong melunasi biaya persalinan istrinya, begitu juga para dermawan lainnya seperti ketua DPRD, Wabup, Lurah dan para dermawan lainnya.
” Saya hanya pekerja pencari rumput ternak orang, perhari hanya bergaji Rp 30 ribu dan uangnya habis untuk makan dan beli susu anak, tidak bisa melunasi biaya operasi, saya sangat berterima kasih sekali kepada orang yang telah membantu saya”ungkap Rudi.(Bdi)
Dunia Akui Orientasi StateDriven Prabowo Subianto
kota
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota