Selasa, 07 Juli 2026

Rektor USU Sesalkan Upaya Mengacaukan Dunia Pendidikan Melalui Zoom Bombing

Administrator - Jumat, 04 Juni 2021 12:33 WIB
Rektor USU Sesalkan Upaya Mengacaukan Dunia Pendidikan Melalui Zoom Bombing

 

Baca Juga:

MEDAN | SUMUT24 Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Muryanto Amin SSos MSi menyesalkan telah terjadi gangguan zooming bombing yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum (Imahara FH USU). Menurutnya hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

“Saya jelas menyesalkan adanya kejadian ini. Kejadian ini merupakan tindakan yang tidak terpuji yang berusaha merusak citra dunia Pendidikan dan mengganggu proses kegiatan akademik. Kuliah umum yang seyogyanya wadah untuk mentransfer ilmu pengetahuan dicoreng dengan adanya penyusupan konten yang tidak pantas ke dalam sistem kuliah tersebut,” kata Muryanto Amin, Jumat (4/6). Ia menegaskan akan segera melacak kejadian tersebut dan menginstruksikan agar pelakunya dapat ditemukan. Muryanto berpendapat kejadian ini harus diusut tuntas agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Peristiwa ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua agar tetap dan selalu memperhatikan aspek keamanan dalam setiap aktivitas kegiatan webinar,” kata rektor.

Seperti diketahui, Imahara USU melaksanakan kegiatan kuliah umum dengan tema ‘Alih Status Pegawai KPK dari Sudut Pandang Hukum Administrasi Negara’. Pembicara dalam kuliah umum ini adalah Beni Kurnia Illahi, yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu sekaligus peneliti Pusako FH Universitas Andalas.

Awalnya, kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB pada Kamis (3/6) tersebut berjalan dengan lancar. Dr Agusmidah, SH, MHum yang merupakan Wakil Dekan I Fakultas Hukum USU memberikan kata sambutan mewakili dekan. Setelahnya, Prof Dr Ningrum Sirait, SH, MLI, melanjutkan acara sebagai pemantik diskusi dalam kegiatan tersebut.

Pada saat Beni Kurnia Ilahi menyampaikan pemaparannya, terjadi gangguan pada platform pertemuan virtual tersebut. Gangguan tersebut berasal dari luar panitia di mana ada salah satu peserta yang foto profilnya merupakan video monyet yang sedang berjoget. Selain itu ada suara yang mengganggu dari mikrofon peserta. Kegiatan tersebut dilanjutkan kembali dan berjalan lancar hingga memasuki sesi tanya jawab. Saat Prof Ningrum memberikan tanggapan atas pertanyaan peserta, muncul tantangan berupa upaya dari peserta untuk menampilkan layar yang berisi adegan porno. Panitia berupaya untuk mengeluarkan peserta tersebut dari ruangan virtual itu.

Prof Ningrum menanggapi hal tersebut dengan menyebut adanya pihak yang mencoba melakukan serangan terhadap kegiatan kuliah umum tersebut. Namun, gangguan tersebut terus muncul kembali dan tetap berupaya menampilkan video porno. Panitia mencatatkan setidaknya ada tiga akun yang mencoba menampilkan konten porno tersebut. Dengan segera moderator menutup acara. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru