Rabu, 21 Oktober 2026

Nawal Lubis: Perempuan Harus Lebih Beperan dalam Pembangunan Daerah

Administrator - Senin, 24 Mei 2021 11:30 WIB
Nawal Lubis: Perempuan Harus  Lebih Beperan dalam Pembangunan Daerah

 

Baca Juga:

MEDAN I Sumut 24

 Zaman sekarang kaum perempuan tidak lagi terkungkung aturan. Perempuan bisa menjadi, berprestasi, bahkan bisa menjadi pemimpin, dan berkontribusi untuk pembangunan di daerahnya.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis saat membuka kegiatan resmi Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Hotel Grandhika Medan, Jalan Dr Mansyur, Medan, Senin ( 24/5).

 

“Semua perempuan bisa mengambil peran dalam pembangunan. Untuk itu, kegiatan pengarusutamaan gender ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi keterbatasan SDM kaum perempuan, serta salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, “ujar Nawal.

 

PUG adalah pendekatan pembangunan pada sektor yang belum mengakomodir kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Menurut Nawal, ini merupakan strategi yang dilakukan secara rasional, dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan manusia, melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, evaluasi dan evaluasi kebijakan.

 

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina yang menyampaikan materi tentang ‘Percepatan Pelaksanaan PUG’ menjelaskan, gender adalah perbedaan peran laki-laki dan perempuan, yang dibentuk oleh budaya masing-masing. Gender bukan hanya perbedaan gender.

 

Sabrina mencotohkan, peran belanja ke pasar di Indonesia cenderung dilakukan oleh perempuan, tetapi budaya di Arab Saudi, belanja ke pasar umumnya dilakukan para laki laki. “For example, For example for masak cooking, is who are who? Pasti kita kompak bilang perempuan, padahal laki-laki juga bisa memasak,” ucapnya.

 

Peran gender bisa dipertukarkan, namun menurut Sabrina, peran kodrat perempuan dan laki-laki tidak bisa ditukarkan. “Misalkan melahirkan, itu kodratnya seorang perempuan, kan tidak bisa anak pertama ibu, terus anak kedua yang sesuai,” ucap Sabrina, yang disambut tawa para peserta.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela mengatakan, kegiatan PUG yang digelar pihaknya tersebut bertujuan untuk memberikan pemaham, serta untuk meningkatkan koordinasi dan jejaring pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan isu gender, perempuan dan anak.w03

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace dan Tegaskan Komitmen Penanganan Krisis Iklim
Pemkab Asahan Kukuh Pertahankan Gelar Kabupaten Informatif Lima Kali Berturut-turut di KI Award 2026
Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Se-Kecamatan, Perkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
Kapolres Madina Pimpin Operasi Sarang Narkoba, Tujuh Pria Dibawa ke Satresnarkoba
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Tapsel Hadir Bawa Kepedulian ke Panti Jompo Nurul Falah
komentar
beritaTerbaru