GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
MEDAN |SUMUT24
Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku membutuhkan akademisi USU untuk membangun kolaborasi dalam menjalankan program kerja utamanya. Ia menyebutkan peran akademisi sangat penting untuk memberikan masukan arah kebijakan.
“Banyak sektor yang harus kita perbaiki di Medan ini. Teman-teman akademisi penting untuk memberikan kajian dan konsep terkait bagaimana kebijakan dapat dilaksanakan,” kata Bobby saat menyambut Rektor USU Dr Muryanto Amin, SSos, MSi bersama para dekan se-lingkungan USU di Kantor Walikota Medan, Rabu (19/5).
Walikota menegaskan lima program strategis dan prioritas yang sedang dijalankan oleh Pemko Medan.
“Saya sampaikan sedikit prioritas Pemko Medan saat ini yaitu bagaimana penanggulangan Covid-19, perbaikan jalan rusak, mengatasi permasalahan banjir, kebersihan, serta pengembangan kawasan Kesawan menjadi fokus utama saat ini. Maka saya butuh masukan dari USU,” katanya.
Dr Mury mengatakan, USU dan Pemko Medan telah berkomitmen untuk saling berkolaborasi menuntaskan persoalan masyarakat Medan.
Ia mengatakan bahwa kampus tidak boleh menjadi menara gading. Akademisi juga harus mampu menjawab tantangan untuk menyelesaikan aneka persoalan yang ada.
“Karena kebetulan Kampus USU di Medan, maka persoalan yang ada di kota ini tentu menjadi tugas kita juga,†ujarnya.
Dr Mury berharap dengan adanya pertemuan antara akademisi dengan birokrat pemerintahan mampu membangun skema kolaborasi yang apik. Saling mengisi sehingga kebijakan-kebijakan yang dihasilkan mampu membawa Medan menjadi lebih baik lagi.
“Kolaborasi menjadi kunci utama. Kolaborasi dan konsolidasi program USU dan Pemko Medan seperti kajian, hal-hal yang bersifat teknis sampai rekomendasi kebijakan pemerintah tentu akan mendukung program kerja Pemko Medan,†tegasnya.
Rektor mengatakan langkah awal kerja sama USU dan Pemko Medan sudah dimulai dengan adanya kajian pengelolaan sampah di Kota Medan. “Beberapa kerja sama sudah kita mulai jajaki, seperti pengelolaan sampah berbasis lingkungan,” katanya.
Sebelumnya Rektor USU juga membawa para dekan se-USU yang baru dilantik, bertemu dengan Gubsu Edy Rahmayadi. Rangkaian pertemuan dengan kepala daerah itu adalah bagian dari upaya USU untuk membangun sinergitas dengan pemerintah, sehingga peran akademisi USU dapat menyentuh persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat. (C04)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota