Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
MEDAN I Sumut24.co
Baca Juga:
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
- BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa Hari Buruh di Indonesia  mulai diperingati sejak 1920 silam, setelah kongres dunia di Prancis  menetapkannya pada 1889. Sejarah ini merupakan catatan penting terhadap gerakan kelas pekerja dalam menuntut kesejahteraan.
Hal itu diungkapkan Gubernur Edy Rahmayadi saat memfasilitasi Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2021 di Aula Tenku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomo 41 Medan, Sabtu (1/5).
Acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan olahraga, sosial dan kesehatan. Turut mendampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Baharuddin Siagian, Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar, serta sejumlah pejabat lainnya.
Hadir di antaranya Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, mewakili Pangdam I/BB, Pangkosek, Danlantamal, Kejati Sumut, Ketua DPD KSPSI Sumut CP Nainggolan dan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Panji Wibisana, serta seratusan perwakilan serikat buruh/pekerja di Sumut.
Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan agar buruh memahami diri dan profesi, serta seperti apa gerakan yang dibangun untuk tujuan bersama, yaitu kesejahteraan. Sebagaimana pada tema Hari Buruh kali ini, yakni Mayday Recover Together, Bersinergi dan Berinovasi Membangun Sumut Bermartabat. Sehingga perlu ada sinergi antara penguasa (pemerintah), pengusaha dan pekerja.
“Seperti penentuan upah, jika penghasilannya kecil pasti tak akan cukup. Ketidakstabilan ekonomi kemudian akhirnya menimbulkan gejolak dan demonstrasi. Kalau di Eropa, pengusahanya menyalahi aturan sesuai tuntutan hidup layak (upah buruh), bisa didemo. Tetapi upah minimum itu ada hitungannya, harus jelas. Makanya perlu kita duduk bersama,†jelas Edy Rahmayadi.
Selain itu, Edy juga mengapresiasi kegiatan peringatan Hari Buruh yang berlangsung meriah di Sumut. Hanya saja, selain peringatan selayaknya perayaan itu, perlu diperkuat dengan membangun gerakan yang lebih berguna.
“Saya ingin setiap gerakan ada gunanya. Jadi tidak hanya sekadar teriak-teriak. Kalau boleh Mayday ini tidak harus hanya 1 Mei saja diperingati. Tetapi bagaimana dibuat beberapa hari kegiatan yang sifatnya duduk bersama dan menganalisis kondisi kekinian dan rencana kedepan,†pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Baharuddin Siagian melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan peringatan Mayday tahun ini berjalan dengan baik dan dirinya mengungkapkan apresiasi Gubernur kepada para buruh yang menjadikan momentum kali ini kondusif dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
“Rangkaian yang sudah kita lakukan adalah seperti perlombaan sepeda hias dan pemberian hadiah lucky draw ke semua perwakilan serikat buruh, buka puasa bersama dengan Forkopimda yang dihadiri Wakapolda Sumut. Dan ketiga, kita lakukan vaksinasi untuk 100 orang buruh,†sebut Bahar.
Begitu juga kegiatan positif lainnya seperti pembagian sembako yang berasal dari berbagai instansi, yakni Polda Sumut, Apindo maupun BPJamsostek kepada buruh. Sehingga peringatan Hari Buruh sedunia disambut gembira.
“Pesan Gubernur juga agar ada analisis dan diskusi dengan pakar dan pekerja, apa yang harus kita buat untuk perbaikan kesejahteraan buruh di Sumut. Tentu ini jadi catatan penting agar 2022 bisa kita lakukan dengan baik, sehinga sentuhan pemerintah kepada buruh tidak hanya sebatas slogan,†katanya,yang kembali mengingatkan agar perusahaan memberikan THR paling lambat H-7 Lebaran.
Sedangkan dari pihak buruh, Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Buruh di Sumut Parulian Sinaga merasa bersyukur karena Pemprov Sumut memfailitasi kegiatan peringatan yang mereka gelar. Sebab menurutnya, acara seperti ini baru terjadi di provinsi ini apalagi semua hadirin bisa bertatap muka langsung dengan Gubernur.
“Kami sangat bersyukur bisa diterima langsung oleh Gubernur Sumut. Dengan begini kami bisa menyampaikan aspirasi kami, seperti rencana pembangunan balai latihan kerja (BLK) untuk para buruh. Besar harapan kami itu bisa diwujudkan oleh Pak Gubernur kita. Sekali lagi terimakasih banyak kepada Pemprov Sumut yang mau memfasilitasi kegiatan peringatan kali ini,†jelasnya. (W03)
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
kota