Senin, 06 Juli 2026

Dana Perawatan 1200/Batang kelapa Sawit PTP N IV Bah Jambi Patut Pertanyakan.

Administrator - Kamis, 18 Maret 2021 03:17 WIB
Dana Perawatan 1200/Batang kelapa Sawit PTP N IV Bah Jambi Patut Pertanyakan.

 

Baca Juga:

Simalungun l SUMUT24.co PTPN  lV Bah Jambi kebun Bah Birong ulu dikecamatan Sarimantondang dana perawatannya patut dipertanyakan dimana baik jalan masuk sudah rusak dan juga bila dihat di lapangan batang kelapa dan pelepah termasuk minim perawatan dan ditumbuhi Pakis, sementara dana perawatan sudah di alokasikan di Rencana Anggaran sehingga kita curiga kemana dana tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Lambok Tampubolon dari P2KNkabupaten Simalungun mengatakan, kebun Bah Birong Ulu kurang perawatan dimana dari pengamatan jalan masuk ke kebun macam kubangan kerbau apalagi kalau hujan datang tidak dapat dilewati kendaraan masuk antar desa apalagi baru-baru ini warga meminta untuk memperbaiki jalan tersebut dengan melaksanakan pertemuan dari Tiga Nagori memang sudah siap namun realisasi perbaikan belum Maksimal, ucapnya. Kalau ada dana perawatan aturannya kebun tersebut pasti indah. Apalagi di areal kebun nampak batang kelapa sawit ditumbuhi tanaman pakis dan benalu dan tak ada pangkas pelepah serta wawangan. Sementara ada dana untuk itu, kemungkinan ada dugaan dana perawatan kecil dipergunakan untuk merawat kebun, “ujar Lambok

Manajer kebun Bah Birong Ulu Adi Rahmat SE melalui Suhendro Gunawan Asisten Personalia Kebun Mengatakan,  Luas kebun Bah Birong Ulu 2161,79 sesuai ijin usaha, dan terdiri dari 3 Afdeling, dengan karyawan Pemanen 88 orang dan Buruh Harian Lepas tidak ada dan Masa Berakhir Hak Guna Usaha Tahun 2035, untuk pemanen tidak menggunakan BHL harus karyawan sesuai peraturan dan sementara item untuk perawatan kebun diantaranya pangkas pelepah, babat gawangan, plasma pikul, dongkelan dan untuk tanaman baru perawatan merajut memang sudah dianggarkan di RKAP, “jika diperhitungkan untuk Perawatan 1 batang kelapa Sawit bervariasi paling tinggi 1200 / batang dan pekerja bisa divendorkan dan bisa juga karyawan, untuk perawatan jalan sudah dilakukan perbaikan namun bila hujan datang air tergenang di badan jalan akibat parit tidak berfungsi untuk mengalirkan, ” ujar Hendro, namun ketika ditanya sistem perawatan itu bila karyawan di paksa untuk pembabatan dan dongkelan itu bisa dilaksanakan sebagai bayaran premi, “sebutnya. Ketika ditanyai lagi mengenai adanya informasi mengenai tandan buah kelapa sawit tidak dikeluarkan dari lapangan, dia mengatakan itu kesalahan transportasi yang kemungkinan rusak dan itu akan diangkat lagi oleh vendor transport, “imbuhnya. (LP)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
komentar
beritaTerbaru