Senin, 06 Juli 2026

Jaringan Listrik PLN Ranting Pancur Batu Sering Diganggu Orang

Administrator - Selasa, 16 Februari 2021 11:10 WIB
Jaringan Listrik PLN Ranting Pancur Batu Sering Diganggu Orang

 

Baca Juga:

MEDAN | SUMUT24

Jaringan listrik PLN ranting Pancur Batu sering diganggu orang tak dikenal dengan melempar tali dan sangkut di jaringan akibatnya listrik padam. Orang tidak dikenal itu mengganggu dan bisa disebut sabotase, dengan cara seutas tali yang diikat ke dua ujungnya, lalu dilempar ke jaringan PLN, sehingga membuat jaringan kabel PLN berlaga, kontak ,timbul percikan api dan listrik padam .

Bagian Distribusi PLN Pancur Batu Reza mengatakan, Selasa (16/2) kami menghimbau kepada perangkat desa wilayah kerja Pancur Batu, semoga ikut mengamati dan mengawasi asset PLN . Telah ditemukan tali diikatkan dengan batu dan dilempar ke jaringan listrik PLN yang berpotensi menyebabkan padam.

Dalam gambar tersebut terlihat jaringan PLN itu terganggu . Itu akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab . Mohon kepada tokoh masyarakat untuk saling menjaga demi kebersamaan dan kenyamanan kita , semoga masalah ini tidak terulang di tempat lain .Daerah yang terganggu itu di River Valeey. Bila melihat ada melempar sesuatu ke jaringan PLN, mohon dilapor ke PLN terdekat.

Bila ada gangguan serupa, PLN melakukan pekerjaan emergency perbaikan . Diharap pelanggan bersabar dan mohon maaf. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru