Tebingtinggi|Sumut24
Baca Juga:
Wali Kota Tebingtinggi,Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan,bahwa angka kematian bayi dan ibu melahirkan saat ini masih sangat tinggi dan kita belum berhasil menekan angka kematian tersebut terutama didalam program pemberdayaan kehidupan masyarakat
“Apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 dan hal ini tantangan bagi kita. Dari anak yang belum cukup umur, masih terlalu muda menikah, kemungkinan akan menghasilkan keturunan yang juga masih dalam keadaan kurang baik bibitnya,” kata Wali Kota dalam sambutannya diacara musda ikatan bidan Indonesia (IBI) Tebingtinggi,Sabtu (19/12) digedung Balai Kartini Jalan Gunung Lauser Tebingtinggi
Sedangkan masalah stunting (gizi buruk) di Tebingtinggi,lanjutnya,terdapat 165 orang dan kemungkinan bahwa anak stunting itu lahir dari ibu yang tidak mengurus anaknya saat dalam kandungan dan ini perlu menjadi perhatian para bidan
“Saya himbau kepada para bidan dapat memberikan penjelasan dan pengertian terhadap para ibu -ibu yang melakukan kontrol kehamilannya” himbaunya
Wali Kota mengucapkan terima kasih terhadap IBI yang selama ini menjadi mitra yang baik bersama pemerintah kota Tebingtinggi,terutama dalam memberikan kontribusinya dan bekerja dengan Iklas demi untuk kemajuan kota Tebingtinggi dan IBI
Sementara itu,Ketua IBI Kota Tebingtinggi Rahmayani Lubis dalam sambutannya melaporkan, Musyawarah Pengurus Cabang IBI Kota Tebingtinggi sesuai dengan AD/ART organisasi.
“Kami berharap dukungan stake holder Kota Tebingtinggi dimana nantinya bidan berperan aktif dalam mensukseskan program pembangunan khususnya dibidang kesehatan” kata Rahmayani
Acara musda itu turut dihadiri Ketua IBI Sumut, Kadis Kesehatan Tebingtinggi dr.H.Nanang Fitra Aulia, pengurus IBI beserta para bidan se Kota Tebingtinggi.(TAV)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News