DANAU TOBA | SUMUT24
Baca Juga:
Di tengah upaya penanganan Covid-19, pemerintah fokus pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satu sektor andalan Indonesia, khususnya pariwisata. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah memfokuskan pada pemulihan sektor pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata yang memprioritaskan 5 daerah utama di antaranya Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang.
Memperingati 70 tahun hubungan Diplomatik Indonesia dan China serta menggalakkan perekonomian pariwisata, Republik Indonesia menggelar ajang bergengsi Bertajuk ‘Indonesia-China Tourism and Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations, Jumat (18/12) di The Caldera, Danau Toba, bertujuan kerjasama kedua negara bidang investasi strategis, perdagangan, pariwisata, dan kesehatan terkait pandemi Covid-19 serta kelanjutan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, memudahkan akses kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru serta dapat mengakselerasi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Kawasan destinasi utama yang diprioritaskan, Danau Toba memiliki potensi yang sangat besar. Forum ini akan memperkenalkan keistimewaan dan keunikan berbagai kawasan destinasi di Indonesia, sehingga dapat menarik investasi.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak ekonomi yang sistemik, masif, dan terstruktur di seluruh dunia.
BKPM melakukan pendekatan-pendekatan di luar kebiasaan, tidak hanya untuk menangkap peluang investasi baru dari relokasi usaha, namun juga dalam penyelesaian persoalan investasi yang mangkrak. “Sudah 74,8 persen dari target investasi tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun terpenuhi. Sisanya optimis dapat kami kejar hingga akhir tahun ini,â€katanya.
Selain itu, Bahlil juga yakin dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) yang memberikan kemudahan dalam proses perizinan berusaha, daya saing Indonesia dalam menarik investasi akan lebih tinggi.
Sementara, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Pandjaitan menegaskan, saat ini pemerintah juga sangat fokus dalam pemulihan ekonomi nasional terutama dalam bidang pariwisata. Melalui Kemenko Marves, pemerintah memang fokus dalam pembangunan dari lokasi pariwisata yang ada khususnya Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. Pembangunan infrastruktur akan dikerjakan terutama yang menyambungkan area distribusi, ada juga untuk akses pariwisata.
Ditambahkan Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Mr. Zhang Xu melalui saluran virtual menjelaskan, siap sepakat untuk terus melakukan kolaborasi internasional guna penanganan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, mempromosikan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara, terutama dalam mendukung pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menegaskan, penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diperhatikan industri dan masyarakat. Para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif maupun wisatawan harus melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan dan kepedulian.
“Kita tahu pandemi ini memberikan dampak yang besar, namun kita harus hadapi bersama,”katanya.
Kemenparekraf fokus melaksanakan program Sertifikasi (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) CHSE gratis bagi sektor pariwisata di 34 provinsi, sebagai standarisasi baru untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. (C04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News