Soekowardojo: Kinerja Ekspor Tetap Tinggi, Aktifitas Konsumsi dan Investasi Kembali Meningkat

193

Medan I Sumut24.CO
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara, menyampaikan bahwa kinerja perekonomian diprakirakan terus membaik. Hal ini didukung kinerja ekspor yang tetap tinggi serta aktivitas konsumsi dan investasi yang kembali meningkat sejalan pelonggaran pembatasan mobilitas. Demikian dikatakan KPw BI Sumatera Utara Soekowardojo pada acara Bincang-Bincang Media (BBM) Bulan Oktober 2021 dengan wartawan berlangsung secara zoom meeting, Senin siang (25/10/2021). Hadr juga Pejabat Bank Indonesia yang turut hadir sekaligus menjawab pertanyaan wartawan diantaranya, Warsono, Nasrullah, Eman Patria, Edwin Marwansyah.

Lebih lanjut dikatakan orang nomor satu di KPw BI Sumut ini, dari sisi Lapangan Usaha (LU), kinerja LU Industri Pengolahan, Pertambangan, Perdagangan, serta Informasi dan Komunikasi tumbuh tinggi. Secara spasial , pemulihan ekonomi terutama pada wilayah Sulampua, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ditopang kinerja ekspor.

“Perbaikan ekonomi berlanjut juga tercermin pada perkembangan indikator dini hingga Oktober 2021, seperti penjualan eceran, PMI Manufaktur, serta ekspor. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan terus membaik didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut,” ujar Soekowardojo.

Desember, Biaya Transfer Antarbank Rp2500

Pada bahasan materi lainnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara, Soekowardojo menyampaikan bahwa Bank Indonesia akan merealisasikan program fast payment, dengan menurunkan biaya transfer antarbank yang awalnya sebesar Rp.6.500 menjadi Rp.2.500, pada bulan Desember tahun 2021 ini.

“Di bulan Desember nanti mulai diberlakukan. Namun, untuk tanggalnya masih menunggu keputusan dewan gubernur Bank Indonesia,” terang Soekowardojo.

Menurut data yang dihimpun dari Bank Indonesia, sebut Soekowardojo, penurunan biaya transfer antarbank tersebut berlaku untuk transaksi dengan nominal maksimal Rp250 juta. Jumlah maksimal tersebut tidak mutlak, dan akan dievaluasi seca berkala dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas, inovasi dan kompetisi, inklusivitas, customer oriented, review berkala, serta keamanan dan mitigasi risiko. (R03)