Soal Pandemi Covid19,Ini Kata Inisiator Salink Redam Syahlan Jukhri

292

MEDAN I SUMUT24.co
Pandemi Covid-19 sebabkan terjadinya krisis ekonomi multidimensial, yang menimbulkan bencana kelaparan, kriminalitas hingga kerawanan sosial.

“Covid-19 sebabkan krisis ekonomi multidimensial, sehingga perlu dibentuk organisasi untuk mengatasinya,” kata Syahlan Jukhri Nasution, di Medan, Selasa (26/5), Inisiator pembentukan gerakan kemanusiaan Salink Redam Covid 19 itu tergugah menginisiasi berbagai organisasi, karena pandemi itu telah menyebabkan krisis ekonomi multidimensial.Menurut dia, satuan sosial dan ekonomi yang paling rentan terdampak dalam kondisi itu tentunya adalah di tingkat satuan lingkungan. Juga di sekitar permukiman atau tempat tinggal warga maupun rumah tangga.

“Untuk mengantisipasi hal itu, maka kita perlu segera membentuk gerakan antisipasi yang  tumbuh dan menjadi inisiatif warga lingkungan itu sendiri,” katanya.
“Ini dimaksudkan agar efektif dan tepat sasaran dengan menggunakan metode gotong royong yang sudah menjadi nilai kearifan lokal budaya kita,” ujarnya.
Sedangkan yang bergabung dalam komunitas ini terutama adalah remaja masjid.
Ibu-ibu perwiritan, STM, Karang Taruna, dan Pramuka dan tetap berkordinasi dengan BKM dan kepala lingkungan.
Penggerak utamanya adalah remaja, karena pada saat Covid 19 ini mereka punya banyak waktu dan tenaga.

Kemudian, dia berinisiatif melakukan gerakan kemanusiaan ini sebagai momen dari Yayasan Gerakan Muslim Millenial (GMM). Gerakan ini konsen merevitalisasi gerakan Remaja Masjid di lingkungan masyarakat di manapun berada untuk kembali eksis dan produktif hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Tujuannya agar kembali mendapatkan peran dan fungsi strategisnya di tengah tengah masyarakat.
Dengan sendirinya eksistensi dan produktifitas remaja masjid, diharapkan masjid sebagai sentral pergerakannya dalam berbagai kebutuhan aktifitas sosial ekonomi di tingkat lingkungan masyarakat.
Remaja masjid diharap jadi sistem perbaikan dan perubahan kualitas hidup (sosial-ekonomi-kesehatan-politik-budaya-hankam) di satuan lingkungan kehidupan masyarakat.
“Misi utama kami dalam hal ini adalah mengembalikan fungsi dan peran strategis Remaja Masjid untuk kembali lagi eksis dan produktif di tengah-tengah lingkungan masyarakat dimana seharusnya mereka berperan dan berada,” ungkapnya.
Gerakan yang diinisiasi oleh GMM ini akan direkatkan dalam konteks kebutuhan aktifitas keseharian lingkungan masyarakat.
Kemudian diberinama SALINK REDAM COVID 19, merupakan singkatan dari Satuan Lingkungan Respon Dampak Covid-19.
Semua anggota yang terhimpun dalam Gerakan Salink Redam Covid-19 disebut dengan julukan Salinkers.
“Salinkers yang sudah terbentuk saat ini ada di Kota Medan yaitu di benerapa kecamatan (Medan Barat, Medan Marelan, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Helvetia).
Menyusul juga telah terbentuk di kabupaten Deli Serdang (Kecamatan Sunggal), Kabupaten Langkat (Desa Secanggang) dan Kabupaten Batubara (Kecamatan Talawi),” ujarnya.

Saat ditanya target ke depan, Syahlan menyebutkan, nantinya komunitas SALINK Salink Redam akan menjadikan Remaja Masjid sebagai satuan lingkungan yang berdaya guna.
Kemudian, responsif dan berinisiatif tinggi dalam membantu persoalan sosial-ekonomi yang terjadi ditengah masyarakat terutama di lingkungan dimana satuan tersebut berada.
Satuan Lingkungan (Salink) ini juga akan menjadi mitra berbagai pihak yang konsen terhadap perbaikan kualitas hidup lingkungan masyarakat.
Dan menciptakan kerja-kerja produktif dan solutif bagi seluruh elemen di tengah-tengah masyarakat.
Salink Redam ini juga dapat berganti tema, jika saat ini judulnya Salink Redam Covid 19, suatu saat juga dapat berganti menjadi Salink Redam Narkoba, Salink Redam Pornografi dan Pornoaksi. Salink Redam Bencana, Salink Redam Gizi Buruk dan masih banyak lagi.
“Tema tema kegiatan Salink Redam ini akan berganti sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Tentunya inisiatif datang dari remaja masjid yang betujuan agar dapat mendatangkan rasa kepedulian dan kesetiakawanan sosisl di tengah masyarakat.
Kata dia, jika Covid-19 ini berakhir, maka Salink Redam dapat berganti tema sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dan ketika remaja masjid sudah aktif, maka kita dari GMM akan tetap mengawal dan mengisi konten-konten kegiatan remaja masjid ini.
Nantinya agar tetap eksis dan mandiri dengan penguatan pada program Madrasah Qolbu Milenial (Pendidikan) Wirapreneur Milenial (wirausaha) dan Tanggap Siaga (kepedulian sosial).
Ketiga kegiatan diatas akan mampu menciptakan eksistensi dan produktifitas remaja masjid di tengah kehidupan masyarakat hingga proses kaderesasi dan regenerasinya di masa depan.
“Ketiga kegiatan di atas akan mampu menciptakan eksistensi dan produktifitas remaja masjid di tengah kehidupan masyarakat hingga proses kaderesasi dan regenerasinya dimasa depan,” katanya. (Red/wasp)

Loading...