“Memandang”
oleh : Hasan Basri Siregar (Hari’S) Wartawan Harian Sumut24
Baca Juga:
Perumpamaan memandang seorang wanita, lantas kita terus menelusuri lekukan tubuhnya, membayangkan kecantikan wajah dan kemulusan kulit badannya, terus berupaya bagaimana mendapatkan untuk menikmatinya, inilah yang dimaksudkan memperturutkan hawa nafsu.
Kemudian, melihat wanita dengan pertimbangan terkait asal usul, baik bebet, bobot dan bibitnya, setiap sudut sangat cermat dan ditail perhitungannya, lantas bagaimana bisa meraihnya, inilah yang dikatakan , cara mendapatkan dengan pengetahuan akal.
Selanjutnya, menatap wanita dengan tanpa ada ” muatan” menerima dengan tulus keadaan baik secara zhahir dan batinnya, kemudian meraihnya untuk menjadi pasangan hidup dan menjalani apa adanya dalam kehidupannya, inilah orang-orang yang berjalan dengan cara mendapatkan melalui hatinya.
Dan seterusnya, menengok wanita seperti robot, disitu juga, nafsunya, akalnya, hatinya, dan badannya. Tapi tak ada rasa nafsunya, rasa akalnya, rasa hatinya, ia bergerak pas seperti robot, enggak tau siapa yang mengendalikan, gak tau pula apa yang di perbuat, yang ia tau hanya berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya masuk kedalam ” Kubangan”.
Begitulah mungkin bagian-bagian dari manusia yang menjalani kehidupannya, bergerak entah dari mana ia memulai. Tapi yang jelas, setiap batang tubuh masing-masing memiliki ” Alat” dan alat alat yang kita pakai itu, suatu saat akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan satu hal, yang demikian ini hanya bisa dipahami oleh mereka yang sudah ” mengenalNya”. Sehingga merekapun berkata, Jalani sajalah.
Agaknya begitulah,para pendahulu orang- orang tua kita ketika berkata, Harta, Tahta, dan Wanita. Sekarang kembali ke kita juga, denga cara apa pula kita meraihnya dan dengan cara apa pula kita menjalani. Semoga bermanfaat.***
itulis hari Selasa (10/3/2020) jam 7.00 WIB oleh,Hasan Basri Siregar ( Hari’S) wartawan harian Sumut 24.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News