Prokes Patroli dan pengawasan PPKM, Petugas Beri Peringatan dan Tunggu Sampai Pelaku Usaha Tutup

827
  
Medan I Sumut24.co
Jumlah pelaku usaha masih tidak mematuhi Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan tentang penambahan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Kejadian Mikro. Dengan tegas dan humanis Petugas Satgas Covid-19 Kota Medan meminta pelaku usaha untuk membuka dukungan guna memastikan penjaga sampai pusat benar-benar tutup.

Ditemukannya pelaku usaha ini ketika Petugas Satgas Covid-19 Kota Medan melakukan Patroli Protokol Kesehatan (Prokes) dan Pengawasan PPKM Mikro di nomor titik di kota Medan, Rabu (23/6). Dari Halaman Kantor Wali Kota usai Apel Gabungan yang dipimpin Kabag Dal Op Polrestabes Medan Kompol Daulat Simamora, Petugas yang dibagi menjadi beberapa tim ini bergerak melakukan Patroli.

Selanjutnya Tim yang dipimpin Kabid Perundang-undangan Satpol-PP Ardhani SSTP menemui pelaku usaha yang masih beroperasi meskipun jam menunjukkan pukul 22:00 Wib pelaku Usaha pinggir jala di Jalan Semarang, Jalan Selat Panjang, Jalan Pemuda Dan Sagar Cafe di Jalan HM Jhoni . Berdasarkan SE Wali Kota, usaha dibuka hanya sampai pukul 21:00 Wib.

Oleh petugas pelaku usaha ini diminta untuk membuka usaha dan pengunjung diminta untuk membayar dan membubarkan diri. Selain itu Petugas dengan tegas juga memberikan Peringatan agar Pelaku Usaha mentaati Aturan yang berlaku. Jika tidak maka penjaga akan menutup usaha.

“Kita pastikan mereka (Pelaku Usaha) ini benar-benar menutup usaha. Oleh karena itu kami tetap berada di lokasi sampai mereka tutup. Kami juga memberi peringatan agar mereka mentaati peraturan yang berlaku jam operasional. tidak maka akan dilakukan penutupan sementara,” kata Kabid Perundang-undangan Ardhani SSTP.

Patroli Prokes dan pengawasan PPKM Mikro ini akan dilakukan terus oleh petugas Satgas Covid-19 yang terdiri dari Satpol PP TNI-POLRI, Dishub, Dinas Kominfo, BPBD dan Dinas Pariwisata memastikan seluruh tempat usaha mentaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Medan. Diharapkan dengan mentaati Aturan tersebut dapat penyebaran dan penularan virus Covid-19 di Kota Medan.