Bupati Saipullah Siap Biayai Masa Depan Santri Madina, Lulusan Pesantren Didorong Kuliah
Bupati Saipullah Siap Biayai Masa Depan Santri Madina, Lulusan Pesantren Didorong Kuliah
kota
Baca Juga:
- Bupati Saipullah Siap Biayai Masa Depan Santri Madina, Lulusan Pesantren Didorong Kuliah
- Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Siapkan ASN Unggul, Sistem Manajemen Talenta Mulai Digenjot
- Tiga Pria Diduga Lakukan Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Kapolsek: Jika Mengulangi Akan Diproses Hukum
Isu krisis kepemimpinan di Sumatera Utara kian menyeruak ke permukaan. Pengamat sosial-politik Shohibul Anshor Siregar beberapa waktu lalu menyebut Gubernur Sumut Bobby Nasution sebagai "pemimpin terburuk dalam sejarah Pemprovsu". Komentar tersebut sontak memicu gelombang refleksi publik tentang arah dan kualitas kepemimpinan di daerah ini.
Menanggapi hal itu, tokoh Sumut H. Syahrir Nasution menilai bahwa apa yang dikemukakan Shohibul Anshor sesungguhnya mencerminkan fenomena yang lebih serius, yaitu fragilisasi kepemimpinan — rapuhnya sendi-sendi kepemimpinan di tingkat daerah.
> "Ini sudah masuk kategori rapuhnya kepemimpinan, yang merupakan tahap awal menuju ambruknya leadership dari seorang gubernur. Ketika kepercayaan publik runtuh, maka pemerintahan akan kehilangan legitimasi moral dan politik," ujar Syahrir Nasution di Medan, Senin (21/10).
Ia menegaskan, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan kemampuan memotivasi dan menginspirasi bawahan. Menurutnya, gaya kepemimpinan yang menonjolkan tekanan dan intimidasi (threat leadership) hanya akan mempercepat proses degradasi politik pemerintahan.
> "Leadership itu bukan tentang bagaimana menakuti atau menekan bawahan, tapi bagaimana seorang pemimpin mampu membuat orang di bawahnya bekerja dengan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman," tegas Syahrir.
Lebih jauh, ia menilai gaya kepemimpinan Gubernur Bobby yang dianggap penuh dengan show off tanpa hasil nyata justru menimbulkan degradasi total dalam tata kelola pemerintahan Sumut. Hal itu ditandai dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan kian pudarnya semangat kolektif dalam birokrasi.
> "Masyarakat Sumut kini sudah sangat paham dengan style of leadership yang dijalankan. Akibatnya, mereka mulai mengambil sikap dan menyiapkan langkah korektif secara sosial dan politik," tambahnya.
Syahrir menutup komentarnya dengan pesan bahwa kepemimpinan yang kuat harus tumbuh dari keteladanan, empati, dan integritas, bukan dari kekuasaan yang menakutkan.
> "Krisis kepemimpinan hanya bisa dipulihkan dengan kejujuran dan kemampuan memotivasi. Karena sejatinya, pemimpin adalah sumber energi moral bagi masyarakatnya.***
Bupati Saipullah Siap Biayai Masa Depan Santri Madina, Lulusan Pesantren Didorong Kuliah
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Siapkan ASN Unggul, Sistem Manajemen Talenta Mulai Digenjot
kota
Tiga Pria Diduga Lakukan Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Kapolsek Jika Mengulangi Akan Diproses Hukum
kota
Cegah Stunting Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Pudun Jae Ajak Warga Peduli Gizi Anak
kota
Jumat Curhat Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung ke Warga, Keluhan Pungli Pasar Sagumpal Bonang Jadi Perhatian
kota
sumut24.co MEDAN , Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengukuhkan 1.586 wisudawan pada prosesi
kota
sumut24.co BATUBARA, Sebuah peristiwa duka menyelimuti lingkungan pemasyarakatan di Kabupaten Batu Bara, setelah seorang tahanan titipan da
News
sumut24.co TANJUNGBALAI , Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara atas k
News
sumut24.co GunungsitoliGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program
kota
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal India di Medan bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Medan menggelar pemutaran khusus film India pop
Info