Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Pengamat Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, dari pengamatannya banyak bakal calon Wali Kota Medan yang muncul adalah wajah orang-orang baru. Kalau Dzulmi Eldin mungkin tidak dipilih orang lagi. Semakin banyak alternatif pilihan akan semakin baik. Biarkan saja semua maju bersaing.
Demikian juga dari jalur independent. Semuanya harus kita dorong, supaya rakyat Medan ada alternatif pilihannya. Seperti pemilihan Gubsu belum lama ini, para calon rame-rame membeli partai, supaya orang lain yang hendak maju tidak dapat kenderaan politik lagi. Jadi para kandidat ini supaya mendekati partai untuk dapat kenderaan politik/perahu, karena tanpa kenderaan politik tidak bisa maju,kata Wara di Medan, Senin (17/6).
“Kita lihat nanti, apakah partai politik ini memunculkan kader internalnya. Tapi berdasarkan pengalaman yang lalu, kebanyakan partai politik mengusung kader eksternalnya (orang luar partai). Ini yang selalu jadi pertanyaan, karena parpol tidak mengusung kader sendiri,†kata Wara.
Menurut Wara, kader eksternal bisa dimintai “uang mahar atau uang perahuâ€, padahal itu bisa dibilang uang sogok. Bisa dikatakan yang tidak punya uang banyak tidak akan didukung partai. Oleh karena itu bisa kita lihat setelah selesai pemilihan Wali Kota, Bupati atau Gubernur , maka prioritas utama yang dilakukan kandidat yang menang adalah bagaimana mengembalikan modalnya. Bukan mengembangkan pembangunan wilayahnya. Kalau sudah demikian maka tidak ada yang bisa diharapkan pembangunan yang baik, khususnya untuk melayani kepentingan publik. Tapi prioritas utama bagaimana mengembalikan modalnya.
Paradigma itu sudah seharusnya ditinggalkan, dan supaya ada perubahan diharapkan KPK pantau dan sadap semua pemilihan kepala daerah ini. Dan kalau ada indikasi permainan uang, maka tangkap saja. Kalau dibiarkan begitu saja, kapan demokrasi kita bisa berkembang. Karena selama ini siapa yang banyak uang ,dia yang dapat kenderaan partai, kata Wara.
“Kita carilah calon yang mumpuni dan bisa membangun kota Medan, serta memberi pelayanan yang baik kepada rakyat,†kata Wara.
Justru itu, saya selalu mendorong calon yang maju lewat jalur independen, diantaranya akademisi Dr Edy Ikhsan SH, karena kalau dari jalur partai rasanya tidak mungkin. Karena kalau jalur partai, kabarnya untuk satu kursi butuh dana yang bisa mencapai ratusan juta. Sehingga untuk mendapatkan perahu dari partai bisa capai Rp3,5 milyar. Bagaimana dapat uang sebanyak itu, kalau tidak kaya berlebih. Memang untuk melawan sistem politik yang beku dan kaku, sentralistik dan feodalistik melawannya harus jalur independen.
Untuk lewat jalur independen ini rumit dan harus kerja keras sehingga di kota Medan ini tidak pernah dicoba orang, jelas Wara. (C04)
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
Bank Sumut Gandeng Tiga LPKSO Luncurkan KUR PMI, Perluas Akses Pembiayaan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia
kota
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi DPD FKN Sumut dan SAS Center, Dukung Dua Agenda Akbar di Medan
kota
Buka Muswil III SAPMA PP Sumut, Ijeck Tegaskan Kader Harus Jauhi Narkoba, Firmansyah Kembali Terpilih
News
Sutrisno Pangaribuan Nilai Bobby Nasution Melecehkan DPRD Sumut karena Tinggalkan Rapat Paripurna
kota
Polsek Medan Area Tangkap Sekuriti Rampas HP Wanita Lansia saat Duduk di Kursi Roda
kota
3 Korban Tewas Ledakan Grand Polonia Teridentifikasi
kota
sumut24.co MedanWanita Karo Indonesia (WKI) berkolaborasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen RI menggelar Seminar Dialog Interaktif di Kanto
Umum
Monthly Upgrade Academy Perkuat Pemahaman Sejarah dan Nilai Luhur UNPAB sebagai Fondasi Kemajuan Institusi
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menyerahkan hadiah kepada lima wajib pajak asal Kota Tanjung
News