Plt. Dirjend Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo Ismail : Satu Rumah Hanya Menerima satu STB

Medan I Sumut24.co
Peralihan TV digital negara Indonesia dinilai terlambat, mengingat sejumlah negara sudah beralih ke TV digital sejak 2008 yang lalu, sehingga diharapkan masyarakat dapat menyongsong peralihan dari TV analog ke TV digital, Jumat (18/6/2022).

Berdasarkan surat dari Kemendagri 15 Juni 2022 terkait dukungan pemberian program bantuan stb kepada masyarakat, terkait penyelsaian pendataan penerimaan bantuan STB akan menggandeng Kementrian Kominfo, Pemda dan Pemdes.

Dalam Webinar sosialisasi program bantuan STB ditegaskan Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail menjelaskan jika ada sejumlah kriteria dari penerima STB yakni rumah tangga miskin berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Selain berbasis DTKS, keluarga penerima juga harus memiliki TV serta berada di wilayah siaran yang tercakup dalam tv digital. Meski kabupaten tersebut masuk dalam tv digital jika ada desa atau kecamatan yang tak dapat menerima tv digital tidak perlu diberikan STB, serta dalam satu rumah hanya menerima satu STB meski keluarga tersebut memiliki dua TV,” ujar Plt Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail.

Ismail mengatakan jika 341 kabupaten kota sudah tercakup siaran tv teresterial sedangkan 173 kabupaten kota diluar cakupan siaran teresterial seperti menggunakan antena parabola dan tv berlangganan.

“34 Provinsi di Indonesia masuk dalam program TV digital, namun untuk kabupaten kota hanya ada 341 wilayah saja sehingga ini perlu di perhatikan oleh pemerintah terkait di wilayah tersebut agar tidak salah sasaran,”jelasnya.

Ismail meminta sosialisasi mendasar dari pemerintah daerah agar dapat membangun komitmen bersama dalam rangka program penerima bantuan dan terinformasikannya kebijakan kepada pemerintah daerah.

“Kami mengharapkan peran penting pemerintah daerah baik agar dapat memberikan data rumah tangga miskin dalam dua minggu kedepan sehingga dapat membantu kelancaran distribusi STB,” katanya.

Menurut data Kemensos ada 6.700.000 rumah tangga miskin penerima STB, penyelenggara mux berkomitmen memberikan 4.200.000 STB Kementrian Kominfo 1.000.000 STB sedangkankekurangan 1.500.000 STB dalam proses pengusulan Kementrian Kominfo.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Pemdes Kemendagri) Yusharto Huntoyungo membuka secara resmi webinar ini. Dalam sambutannya Yusharto menyebutkan, perpindahan siaran digital ke siaran analog Indonesia termasuk yang terlambat dilaksanakan.

Yusharto memaparkan Jerman telah lebih dahulu selesai melaksanakan migrasi analog ke digital tahun 2008, disusul Amerika Serikat pada tahun 2009.

Sedangkan untuk negara di Asia, Jepang merupakan negara yang pertama selesai di tahun 2011, disusul Singapura dan Malaysia pada tahun 2019. Thailand menyusul pada tahun 2020 dan Vietnam serta Tiongkok pada tahun 2021.

Diakhir sambutannya, Yusharto menyatakan perlunya kerjasama dari semua pihak dalam rangka percepatan migrasi analog ke digital. Hal yang harus segera dilakukan adalah pendataan rumah tangga miskin (RTM) yang akan menerima bantuan STB.red2