Peran Kasir Penting Menjaga Kesehatan Uang

MEDAN | SUMUT24
Asosiasi Kasir Bank Medan (Askamed) menggelar “fun walk” yang dipusatkan di halaman gedung Bank Indonesia (BI) Jalan Balai Kota Medan Minggu (29/5). Kegiatan fun walk itu diawali dengan gerak jalan santai yang diresmikan Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Subintoro didampingi Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut Yulianto Maris dan pejabat perbankan lainnya di daerah ini. Juga pelantikan pengurus Askamed.

Selain itu, acara lainnya berupa edukasi pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah, uang lusuh dan uang palsu .Deputi Pemimpin BI Wilayah Sumatera Utara Subintor mengatakan peran kasir penting untuk jaga kesehatan uang yang beredar di masyarakat. Sehingga nanti bisa membangun negeri ini lebih baik lagi. “Kita berharap dari kegiatan ini ada kerjasama solid antara BI dan perbankan dalam melayani masyarakat  dalam rangka tersedianya uang yang sehat,” katanya.

Subintoro menyebut uang kartal ini sebagai salah satu kedaultan rakyat. Untuk itu Uang layak edar disosialisasikan dalam rangka jelang Ramadhan yang diperkirakan kebutuhannya akan naik. “Kewajiban bersama antara BI bersama perbankan untuk pemenuhan uang pecahan kecil di masyarakat,” katanya.

Ia menyebut kalau selama ini penukaran uang tugas BI. Tapi mulai saat ini penukaran rupiah tugas bersama dari BI sampai ke perbankan sehingga masyarakat tidak antri di BI tapi di bank-bank terdekat. “Kita patut berbangga bahwa keakraban telah terjalin dengan terbentuknya Askamed sejak April 2006,” kata Subintoro.

Manfaat Askamed bagi BI, menurut Subintoro, perbankan jelang Ramadhan dan Idul Fitri memastikan terpernuhinya  kebutuhan uang di masyarakat. Untuk “clean money policy” supaya uang di masyarakat layak edar maka jaringan kas harus keliling Sumut dibantu dengan adanya kasir bank Medan.

Sebanyak 55 bank jadi anggota yang akan tersebar ke seluruh Sumut. Askamed memang masih hanya di Medan, tapi diharapkan ada di daerah lain seperti di Sibolga. Sebab yang butuh uang bersih bukan hanya Medan tapi seluruh Sumut.

Menurutnya, jelang lebaran tahun 2016, BI menyiapkan uang Rp2,8 triliun. Sedangkan untuk Uang Tidak Layak Edar (UTLE), Subintoro menyebut nanti peran Askamed akan menariknya dan nanti ada prosedur mana yang layak dan tidak layak. Uang yang beredar di Sumut sekarang ini sebanyak 20-30 persen tak layak edar, jadi lebih 70 persen layak edar.

UTLE banyak terdapat di sentra-sentra ekonomi, termasuk di SPBU, pasar, nelayan “Ini kita langsng lakukan kegiatan kas keliling sehingga masyarakat bisa segera menukarkan UTLE jd Uang Layak Edar (ULE).

Subintoro menambahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) merapatkan barisan duduk bersama kira-kira di daerah mana terjadi lonjakan harga. Setelah dipantau mana daerah yang kurang dan kelebihan pasokan sehingga ini harus dirapatkan mana yang lebih ke daerah yang kurang. Seperti cabe merah dari Batubara didistribusikan ke daerah lain yang kekurangan. Jg koordinasi ke daerah lain (jakarta) untuk dibawa ke daerah lainnya.

Ketua Askamed Lusiandi mengatakan pihaknya berupaya untuk terbebas dari uang yang lusuh. Acara Askamed itu dirangkaikan dengan pameran UMKM yang menjual bahan pangan, khususnya sembilan bahan pokok. Ada Bulog yang menjual cabe merah Rp25.000 per kg, gula pasir, beras merah, bawang merah dan beras.(W04)