Pasar Modal Indonesia Tahun 2022 Berkembang, Kumpulkan Dana Rp172,73 Triliun

Medan I Sumut24
Sepanjang tahun 2022 ini, pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang baik. Ini terlihat dari total pengumpulan dana tahun 2022 sebesar Rp172,73 triliun dengan jumlah emisi efek 163 emisi, serta jumlah perusahaan baru (emiten) ada 48 perusahaan baru (41 emiten saham dan 7 emiten obligasi/sukuk). Sedangkan, jumlah pemodal tumbuh 30% lebih yakni 9,76 juta investor (per 29 September 2022).

Demikian disampaikan Direktur Statistik dan Informasi Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muhammad Touriq didampingi Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna, Direktur 1 PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Antonius Herman Azwar dengan moderator Direktur Pengawasan LJK Kantor OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Untung Santoso pada Sosialiasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2022 Media Gathering “Ngobrol Santai Bareng Wartawan, di Hotel JW Marriott, Senin (3/10/2022).

Lebih lanjut dikatakan Muhammad Touriq, selain itu indikator pasar modal Syariah Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang baik. Tercatat, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 7,98 persen (ytd) yakni 204.10, kapitalisasi pasar saham syariah tumbuh 12,3 persen (ytd) yaitu Rp4.474 triliun.

“Sedangkan, jumlah saham syariah 524 saham, nilai sukuk korporasi Rp40,26 triliun, nilai aktiva bersih Reksa Dana Syariah Rp40,99 triliun serta nilai sukuk negara (SBSN) Rp1.268,33 triliun,” ujarnya.

OJK proaktif dalam menjaga stabilitas pasar modal dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan diantaranya, kebijakan merespon dampak Covid-19, pengembangan UMKM, peningkatan supply, peningkatan demand/jumlah investor serta keuangan berkelanjutan

Disini lain, jelasnya, jumlah investor pasar modal di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) per 23 September 2022 sebanyak 447.712 investor (SID CBEST, SINVEST, EBAE, dan SBN) dengan jumlah emiten di Sumut ada sebanyak 11 emiten.

Di Sumut saat ini, lanjut Muhammad Touriq, saat ini ada 45 perantara pedagang Efek dan penjamin emisi Efek, 6 kantor cabang manajer investasi, 5 UMKM yang menjadi penerbit SCF atau Securities Crowdfunding (yang sudah raising fund) dengan jumlah investor SCF 1.041 serta jumlah dana yang dihimpun SCF mencapai Rp16,23 miliar. “Pelaku industri pasar modal sangat beragam dan saling terkait,” ujarnya.

Berdasarkan data per 23 September 2022, terdapat kurang lebih 57.186 pihak yang berizin atau terdaftar dan ada 5.442 instrumen produk. (red-1)