Orang Indonesia Lebih Suka Beli Rumah secara Kredit

0
890

JAKARTA | SUMUT24
Ada banyak metode pembelian rumah, salah satunya adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Metode ini masih menjadi yang paling disukai dan sering digunakan masyarakat Indonesia ketika membeli rumah.

Hal itu tercatat dalam hasil survei “Asia Property Sentiment H1-2016”. Menurut survei ini, sebanyak 46 persen orang Indonesia lebih suka membeli rumah melalui KPR.

Kemudian metode lainnya seperti memanfaatkan cicilan kepada pengembang hanya menarik hati masyarakat sebesar 20 persen, tunai sebesar 27 persen, dan tunai tapi pinjam dari keluarga lainnya hanya sebesar 7 persen.

“Adapun faktor-faktor dalam memilih KPR adalah yang pertama suku bunga bank yang mampu menarik minat hingga 56 persen, diikuti kemudahan aplikasi pinjaman sebesar 26 persen, dan tidak ada biaya tambahan sebesar 7 persen,” ujar Ignatius Untung, di Jakarta, Selasa (5/4).

Untuk pemilihan bank sebagai tempat KPR dilaksanakan, sebanyak 50 persen responden atau 6.000 orang memilih bank tempatnya menabung.

Posisi kedua ditempati melalui referensi dari keluarga atau teman sebanyak 26 persen, dan posisi terakhir adalah karena brand bank tersebut sudah melekat pada KPR.

Untuk pengajuan KPR ke bank pemerintah, sebanyak 28 persen responden sepakat memilih Bank BTN dan Bank Mandiri. Keduanya unggul dari BNI dan BRI yang hanya berhasil mengumpulkan 24 persen dan 20 persen.

“Untuk bank swasta, BCA masih direkomendasikan oleh 49 persen responden kemudian diikuti oleh CIMB Niaga sebesar 19 persen, Bank Permata sebesar 12 persen, Panin Bank sebesar 9 persen, BII atau Maybank 6 persen, UOB 2 persen, dan Bank Mega 2 persen,” pungkas Untung. (tnc)