Kamis, 29 Oktober 2026

Pesan Tegas Bupati Madina Saipullah Nasution untuk Mahasiswa: Jangan Cuma Andalkan Jabatan!

Administrator - Kamis, 29 Oktober 2026 18:02 WIB
Pesan Tegas Bupati Madina Saipullah Nasution untuk Mahasiswa: Jangan Cuma Andalkan Jabatan!
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menegaskan bahwa integritas, progresivitas, dan tanggung jawab merupakan tiga fondasi utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, khususnya dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan.

Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk membangun organisasi mahasiswa yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan kader pemimpin masa depan yang berintegritas.

Pesan itu disampaikan Saipullah Nasution saat membuka Seminar Pelatihan Dasar Kepemimpinan Senat Mahasiswa STAIN Mandailing Natal di kampus STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema "Membentuk Jiwa Kepemimpinan yang Berintegritas, Progresif dan Bertanggung Jawab dalam Mewujudkan Ormawa yang Berkualitas".

Dalam sambutannya, Saipullah menekankan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan jabatan, popularitas, atau kemampuan memberikan perintah kepada orang lain. Seorang pemimpin harus mampu menunjukkan keteladanan melalui sikap, keputusan, dan kesediaan mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.

"Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, popularitas, ataupun kemampuan memberikan instruksi. Kepemimpinan adalah tentang integritas dalam bersikap, keberanian dalam mengambil keputusan, serta tanggung jawab atas setiap amanah yang dipercayakan," kata Saipullah.

Menurut Saipullah, integritas merupakan landasan penting bagi setiap pemimpin organisasi mahasiswa. Nilai tersebut harus tercermin dalam kesesuaian antara perkataan dan tindakan, sikap jujur, serta kemampuan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dengan integritas yang kuat, organisasi kemahasiswaan diharapkan mampu membangun kepercayaan anggotanya sekaligus menjalankan program kerja secara konsisten.

Ia juga menekankan pentingnya progresivitas dalam mengelola organisasi. Mahasiswa sebagai generasi muda harus memiliki pola pikir terbuka, kritis dalam melihat persoalan, serta kreatif dalam menghadirkan gagasan dan inovasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut organisasi mahasiswa untuk terus beradaptasi. Pemanfaatan teknologi juga perlu diarahkan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Organisasi yang dipimpin oleh mahasiswa harus adaptif terhadap perkembangan zaman, kritis dalam berpikir, inovatif dalam berkarya, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat," ujarnya.

Selain integritas dan progresivitas, Saipullah mengingatkan bahwa tanggung jawab merupakan unsur yang tidak boleh diabaikan dalam kepemimpinan.

Ia menjelaskan, tanggung jawab harus diwujudkan melalui akuntabilitas, kedisiplinan, dan komitmen dalam menyelesaikan setiap program kerja. Seluruh kegiatan organisasi perlu direncanakan secara terukur, dilaksanakan secara transparan, serta berorientasi pada hasil dan manfaat.

Dengan demikian, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan bagi anggota maupun lingkungan sekitarnya.

Saipullah juga menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik di perguruan tinggi, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah melalui gagasan, masukan terhadap kebijakan publik, dan kontribusi dalam mendorong perubahan sosial yang positif.

Ia berharap organisasi kemahasiswaan tidak terjebak pada kegiatan seremonial maupun rutinitas program kerja semata. Sebaliknya, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu mengembangkan kapasitas, karakter, dan kemampuan kepemimpinan para anggotanya.

"Saya berharap organisasi kemahasiswaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan rutinitas program kerja. Jadikan ormawa sebagai laboratorium kepemimpinan, ruang pembelajaran demokrasi, pusat pengembangan gagasan, serta tempat melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas," pesannya.

Lebih lanjut, Saipullah menyampaikan bahwa kualitas seorang pemimpin tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuannya menggerakkan orang lain. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan memberikan contoh, membangun kepercayaan, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan kepemimpinan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan diri.

Peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, membangun jejaring, meningkatkan keterampilan komunikasi, mengasah daya kritis, serta memperkuat semangat kolaborasi.

"Kepada seluruh peserta, ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Bangun jejaring, perluas wawasan, latih kemampuan komunikasi, asah daya kritis, dan tanamkan semangat kolaborasi," ujarnya.

Ia menambahkan, cita-cita besar harus disertai konsistensi dan kerja nyata agar dapat diwujudkan. Melalui pelatihan dasar kepemimpinan tersebut, mahasiswa STAIN Mandailing Natal diharapkan mampu mengembangkan organisasi yang lebih profesional, progresif, dan bertanggung jawab.

Pembentukan karakter kepemimpinan sejak di bangku kuliah diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung pembangunan daerah dan mempersiapkan generasi pemimpin masa depan.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Saipullah Nasution Ajak Pemuda Madina Bersatu Menuju Indonesia Emas 2045
Kapolres Madina Pimpin Operasi Sarang Narkoba, Tujuh Pria Dibawa ke Satresnarkoba
Pemkab Madina Raih Predikat Kabupaten Informatif di KI Sumut Award 2026, Atika: Jadi Motivasi untuk Berbenah
Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15–17 Oktober 2026
3 Ekskavator Dibakar, Kapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan Pernah Turun Langsung Tindak PETI Madina-Tapsel, Kini Kotanopan Menanti Ketegasan
komentar
beritaTerbaru