BATALYON PARAKO 463 PASGAT GELAR KORPASGAT CHARITY RUN DALAM RANGKA HUT KE-79 KORPASGAT
BATALYON PARAKO 463 PASGAT GELAR KORPASGAT CHARITY RUN DALAM RANGKA HUT KE79 KORPASGAT
News
Baca Juga:
Menurut Afriansyah, perkembangan AI, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah cara kerja di berbagai sektor. Perubahan tersebut perlu direspons generasi muda dengan terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam dunia kerja.
"Jangan takut pada AI, tapi jangan sampai tertinggal oleh AI. Jadikan teknologi sebagai alat pengganda produktivitas kalian," kata Afriansyah saat memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan, kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja perlu dibangun sejak masih menempuh pendidikan.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah besarnya jumlah angkatan kerja nasional. Berdasarkan data BPS Februari 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang dengan tingkat pengangguran sebesar 4,68 persen. Sementara itu, 19,44 persen pemuda usia 15–24 tahun berada dalam kondisi NEET, yaitu tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, maupun mengikuti pelatihan.
Afriansyah juga mengajak generasi muda mengembangkan pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta kerja. Penguasaan kompetensi dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi modal untuk menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus membuka peluang baru.
Untuk membantu generasi muda mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, Kemnaker terus menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi. Program tersebut antara lain Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), Program Magang Nasional (MagangHub), Talent and Innovation Hub (TIH) Pembinaan Talenta Vokasi Indonesia, serta pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Menurut Afriansyah, kesiapan generasi muda juga perlu didukung keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan karakter, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kewirausahaan.
Keterhubungan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, hingga media, untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mendukung kesiapan generasi muda.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing global. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan produktivitas dan mengambil peran dalam perubahan dunia kerja serta pembangunan Indonesia.rel
BATALYON PARAKO 463 PASGAT GELAR KORPASGAT CHARITY RUN DALAM RANGKA HUT KE79 KORPASGAT
News
Andar Amin Harahap Apresiasi Antusiasme Masyarakat Rayakan HUT ke62 Golkar di Lapangan Merdeka Medan
News
SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
News
Mobil Mewah Tabrakan Beruntun di Jalan Sudirman, 3 Terluka
News
HUT ke67, MPC PP Kota Medan Gelar Turnamen Padel Hadirkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Kota
Berbagi Masker Disekolah,PT DNS Kebun Nagagar Peduli Kesehatan Peserta Didik
News
Polres Tapsel Ungkap Hasil OSN 2026! 8 Kasus Narkoba dan Sita 21 Kg Ganja Dibongkar
News
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA DEFORESTASI DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN KRIMINAL
Profil
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENIPUAN DIGITAL DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN KRIMINAL
Profil
sumut24.co MEDAN, Prof Dr MuryantoAmin S.Sos., M.Si yang juga Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memimpin Ikatan Cendekiawan Muslim se
News