Baru Dipecat dari KSP, Posisi Listyo Sigit Kini Diisi Jenderal TNI Ariyo Windutomo
Jakarta Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Penu
News
Baca Juga:
JAKARTA— Masifnya pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono dinilai mulai mendapat tekanan dari pihak-pihak yang tidak menghendaki program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan sukses.
Koordinator Nasional Taring Prabowo, Hanief Palopo Wibowo, mengatakan pembenahan yang dilakukan BGN justru harus dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan.
Hal itu disampaikan Hanief di sela-sela diskusi mengawal program MBG bersama Ketua Umum Poros Muda NU, Ramadhan Isa, di Jakarta, Senin (7/9/2026).
"Per tanggal 22 Juli 2026 sampai hari ini, Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, benar-benar melakukan perintah Presiden untuk membenahi program unggulan Makan Bergizi Gratis yang sebelumnya secara struktural, program dan tata kelola sangat tidak baik," kata Hanief.
Menurutnya, langkah BGN melakukan pembenahan tata kelola hingga memberikan sanksi berupa penghentian sementara atau suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah bukanlah bentuk mempersulit pelaksana program.
Sebaliknya, kata dia, tindakan tersebut diperlukan untuk memastikan setiap SPPG memenuhi standar pelayanan dan tidak menjadi titik lemah yang dapat mengganggu keberlangsungan program MBG.
"Pembenahan tata kelola dan pemberian sanksi kepada SPPG (suspend) bukan mempersulit, tetapi semata-mata untuk memperbaiki kinerja yang rawan dipolitisir," ujarnya.
Hanief menduga keberhasilan pembenahan tersebut justru membuat pihak tertentu merasa terganggu. Ia bahkan menilai terdapat upaya untuk membuat program MBG terlihat buruk di tengah proses perbaikan yang sedang dilakukan BGN.
"Kinerja yang baik ini membuat orang atau kelompok yang tidak ingin MBG berhasil menjadi gerah, kepanasan dan mencoba menyabotase agar program MBG gagal dan dihentikan," katanya.
Meski demikian, Hanief menegaskan pihaknya tidak menutup mata terhadap persoalan keamanan pangan, termasuk kasus dugaan keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.
Namun, menurut dia, berbagai kejadian tersebut perlu ditelaah secara menyeluruh dan tidak serta-merta dijadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa program MBG secara keseluruhan gagal.
Ia mencontohkan sejumlah kasus yang diberitakan terjadi di beberapa daerah, antara lain 760 kasus di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, 47 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Sleman, serta 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang, Jawa Timur.
"Jika benar keracunan, sisanya kenapa tidak keracunan? Seharusnya yang pertama keracunan adalah relawan di SPPG karena mereka pasti makan MBG. Jika basi dan dianggap beracun, apakah siswa tidak bisa membedakan makanan basi atau tidak," ujarnya.
Hanief juga mempertanyakan pola korban dalam sejumlah kejadian yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi lebih lanjut. Ia menyebut laporan yang diterimanya lebih banyak menyangkut siswa dengan gejala seperti pusing, mual dan muntah.
Ia menilai diperlukan pemeriksaan dan investigasi berbasis bukti untuk memastikan penyebab setiap kejadian, termasuk pemeriksaan sampel makanan, kondisi dapur, rantai distribusi, waktu konsumsi hingga pemeriksaan medis terhadap penerima manfaat.
"Jika melihat polanya, hampir rata-rata target yang keracunan adalah siswa dengan gejala pusing, mual dan muntah. Hampir tidak pernah ada keracunan 3B (ibu hamil, ibu menyusui dan balita), relawan di SPPG dan guru," katanya.
Namun demikian, ia mengakui dugaan keracunan tidak boleh disepelekan. Menurutnya, setiap laporan harus ditangani secara serius dan transparan agar tidak merugikan penerima manfaat sekaligus tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan MBG tanpa dasar yang jelas.
Dukung Labeling dan Segel Food Tray
Lebih lanjut, Hanief menyatakan mendukung langkah BGN memperketat pengamanan makanan melalui pemberian label dan segel pada setiap food tray MBG.
Menurutnya, sistem tersebut penting untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar berasal dari SPPG yang ditunjuk serta dapat diketahui waktu produksinya.
"Bagus sekali. Ini meminimalisir upaya pihak-pihak lain yang ingin menyabotase program MBG karena menjadi celah ketika food tray sudah keluar dari dapur SPPG," terangnya.
Ia menjelaskan, label dapat digunakan sebagai penanda waktu makan, sementara segel menjadi penanda bahwa makanan tersebut merupakan produk asli dari dapur SPPG.
Apabila segel dalam kondisi rusak, kata Hanief, penerima manfaat harus diberi pemahaman agar tidak mengonsumsi makanan tersebut sebelum dilakukan pemeriksaan.
Hanief menilai penguatan sistem pengawasan dari dapur hingga makanan dikonsumsi merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap MBG.
"Artinya, labeling itu untuk penanda jam makan dan segel itu menandakan original produksi dari dapur SPPG. Jika segel rusak maka siswa dilarang untuk memakannya," katanya.
Menurutnya, keberhasilan MBG bukan hanya tanggung jawab BGN, tetapi juga membutuhkan pengawasan masyarakat, sekolah, guru, relawan, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat.
Ia berharap polemik yang muncul tidak dijadikan alat untuk menghentikan program, melainkan menjadi momentum memperbaiki sistem agar MBG semakin aman, transparan dan tepat sasaran.
"Yang harus dilakukan sekarang adalah memperkuat pengawasan, bukan mencari-cari alasan untuk menghentikan program. Kalau ada persoalan, bongkar penyebabnya dan perbaiki sistemnya," pungkas Hanief.
Jakarta Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Penu
News
AnakAnak Korban Bencana Butuh Perlindungan, Pemkab Tapsel Dorong Kebijakan Berbasis Aspirasi
News
Paskibraka Kabupaten Solok Dibawa Masuk ke Istana Negara RI.
News
sumut24.co ASAHAN, Orang tua almarhumah Yasmin Nazwa Munibah, Irvansyah Putra dan Mirna Wati, secara resmi menandatangani surat kuasa hukum
News
Kapolda Sumut dan Bhayangkari Hadirkan Fasilitas Air Bersih dan MCK untuk Warga Langkat
News
SUTRISNO PANGARIBUAN Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Harus Diusut hingga ke Aktor Intelektual, Jangan Berhenti pada Tiga Jenderal!
News
Menatap Realitas Baru Konsensus Dewan Keamanan PBB dan Urgensi Transformasi Misi MINURSO
News
sumut24.co MEDAN, Kabar membanggakan datang dari TP PKK Kabupaten Asahan. Dalam Jambore Kader TP PKK seSumatera Utara Tahun 2026 yang dige
Kota
sumut24.co ASAHAN, Rencana monitoring kerja Komisi B DPRD Asahan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Regional II Bandar Pasir Mandoge, yan
News
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi menutup Turnamen Minisoccer Piala Bupati Asahan Tahun 2026 di St
News