ACEH | Sumut24.co — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh hingga kini masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat. Di beberapa titik, air belum sepenuhnya surut, sementara akses ke lokasi terdampak masih terbatas. Ribuan warga pun masih bertahan dalam kondisi darurat dengan keterbatasan kebutuhan dasar.
Baca Juga:
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah pusat memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak. Mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E., turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga korban banjir.
Kehadiran Abdullah Rasyid bertujuan memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara tepat sasaran. Selain menyerahkan bantuan, ia juga meninjau langsung kondisi warga serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar proses distribusi bantuan berjalan lancar di tengah keterbatasan akses.
"Bencana ini belum berakhir. Banyak warga masih bertahan dalam kondisi darurat. Negara harus hadir dan memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri," ujar Abdullah Rasyid di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana. Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Banjir yang melanda Sumut dan Aceh telah mengganggu aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur, serta memutus akses layanan dasar. Karena itu, sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam penanganan bencana.
Pemerintah berharap kehadiran langsung pejabat di lapangan dapat memberikan rasa aman dan semangat bagi warga terdampak. Hingga kini, proses penanganan bencana masih terus berlangsung dan membutuhkan dukungan serta kepedulian semua pihak.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News