Medan | Sumut24.co – Nama Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto atau akrab disapa
Pak Harto, tetap menjadi sosok yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah bangsa. Pandangan ini disampaikan oleh wartawan senior asal Medan, Tikwan Siregar, dalam tulisan reflektifnya tentang kepemimpinan Orde Baru.
Baca Juga:
Menurut Tikwan, Pak Harto adalah seorang organisatoris besar yang mampu menata arah politik dan pembangunan bangsa dengan rapi. "Dia menata politik dengan tertib, membangun ekonomi lewat Repelita yang bertahap, dan memelihara kebudayaan bangsa bersama Bu Tien, istrinya," ungkap Tikwan.
Meski dikenal sangat mengagumi budaya Jawa, lanjutnya, Soeharto tidak pernah menutup ruang bagi budaya lain di Indonesia untuk berkembang. Namun dominasi nilai dan tradisi Jawa memang sangat terasa dalam masa pemerintahannya.
Tikwan juga menegaskan bahwa ia tidak pernah melihat Soeharto sebagai sosok jahat. "Apa yang dilakukannya adalah keputusan yang ia yakini sepenuhnya, sesuai situasi dan tanggung jawab yang diembannya," tulisnya.
Namun, bagi generasi muda 1990-an, masa kepemimpinan Soeharto sering dianggap membosankan. "Anak-anak muda tidak tumbuh sesuai karakter dan talentanya. Semua diarahkan menjadi pancasilais menurut tafsirannya sendiri," ujarnya, menggambarkan kejenuhan generasinya terhadap sistem yang serba seragam kala itu.
Meski demikian, Tikwan menilai, kekecewaan satu generasi tidak bisa menghapus kebesaran nama Pak Harto. "Pemuda miskin yang menikah dengan keluarga ningrat ini adalah contoh bahwa setiap bangsa akan selalu melahirkan sosok-sosok hebat," tutupnya.
(Penulis: Tikwan Siregar – Wartawan senior, tinggal di Medan)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News