sumut24.co -P. Sidimpuan , Walikota Padangsidimpuan, Dr. H.
Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes kembali turun langsung meninjau salah satu projek provinsi dan lokasi kerusakan pada Daerah
Irigasi (DI) Ujung Gurap di Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Selasa (22/5/25). Dalam kunjungan itu, Walikota didampingi Camat Padangsidimpuan Batunadua, Antony, dan Anggota DPRD Padangsidimpuan Ipong Dalimunthe.
Baca Juga:
Kerusakan saluran irigasi akibat banjir tersebut mengakibatkan terputusnya aliran air ke sejumlah areal persawahan di Kecamatan Batunadua. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada produktivitas pertanian warga apabila tidak segera ditangani.Menanggapi hal itu, Walikota Padangsidimpuan langsung menginstruksikan Dinas PUTR bersama UPT. PUPR Provsu untuk melakukan langkah cepat berupa perbaikan dan pembersihan di lokasi. "Pertanian adalah sumber kehidupan masyarakat kita. Begitu mendengar adanya kerusakan irigasi ini, saya merasa perlu hadir dan memastikan perbaikannya diprioritaskan. Jangan sampai petani kita kesulitan hanya karena aliran air terputus," tegas Walikota.
Hingga Kamis (25/9/25), proses perbaikan masih terus berlangsung dengan melibatkan masyarakat dari beberapa desa melalui gotong royong bersama pemerintah. "Kita bersama masyarakat, Dinas PUTR, dan UPT. PUPR Provsu masih melakukan gotong royong dan perbaikan. Saat ini aliran irigasi belum bisa sepenuhnya mengairi, namun progresnya terus berjalan," jelas Camat Batunadua, Antony.Walikota juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang ikut bergotong royong. Beliau menegaskan bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah kunci menghadapi persoalan. "Pemerintah hadir untuk masyarakat, tetapi kerja sama dengan warga tetap menjadi kekuatan utama kita. Dengan semangat saling peduli, kita pastikan kebutuhan petani terpenuhi dan roda perekonomian tetap berputar," ungkap Dr.
Letnan Dalimunthe.
Dari beberapa informasi baik dari masyarakat dan lainnya,
Proyek senilai Rp 2,32 miliar yang bertujuan menunjang irigasi untuk persawahan di enam desa di wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua ini seharusnya selesai pada 20 Februari 2025. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan proyek baru mencapai sekitar 35% penyelesaian dimana kontrak kerja antara UPTD PUPR Padangsidimpuan dan rekanan CV. Sthapati Karya.(zal)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News