All Indonesia: Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
Baca Juga:
Medan – Pemberian tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menuai kritik tajam. Pemerhati sosial politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar, menyebut penghargaan itu mencerminkan krisis nilai yang justru dipelihara negara melalui politik simbolik.
"Politik simbolik dalam pemberian tanda kehormatan negara Bintang Mahaputera memang bukan sekadar penghargaan administratif; ia adalah alat politik nilai. Negara memberi pesan tentang siapa yang dianggap teladan, apa yang dianggap jasa besar, dan nilai apa yang sedang diagungkan pada satu periode tertentu," kata Shohibul, Selasa (27/8).
Menurutnya, jika pimpinan Muhammadiyah hanya ditempatkan pada kelas tiga penghargaan, hal itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai orientasi nilai rezim. "Muhammadiyah dan NU bukan sekadar ormas. Mereka membentuk identitas bangsa, membangun etos pendidikan, kesehatan, dan moral publik. Kalau hanya diberi Mahaputera Utama, wajar timbul kekecewaan," ujarnya.
Tradisi Simbolik dalam Pemberian Penghargaan
Sejak masa Orde Baru, Bintang Mahaputera kerap dipakai sebagai instrumen politik. Presiden Soeharto rutin memberikannya kepada pejabat militer, birokrat tinggi, dan tokoh politik yang dianggap loyal. Sementara tokoh-tokoh ormas, ulama, atau akademisi lebih sering ditempatkan pada kelas penghargaan yang lebih rendah.
Pola serupa berlanjut pada era reformasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) misalnya, lebih banyak memberi Bintang Mahaputera kepada menteri, anggota DPR, dan pejabat formal. Presiden Joko Widodo sempat menuai kritik saat memberikan Bintang Mahaputera Nararya kepada sejumlah anggota DPR periode 2014–2019 yang justru dianggap minim prestasi.
Kini, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan tradisi serupa. Shohibul menilai pola itu bukan sekadar administratif, melainkan bentuk "hierarki simbolik" yang menempatkan pejabat negara di atas tokoh ormas.
Krisis Nilai dan Perhitungan Politik
Shohibul mengingatkan, penghargaan ini diberikan di tengah krisis nilai politik, ketika orientasi moral kian memudar. "Pertanyaan saya, apa Prabowo tak sadar negeri ini sedang krisis nilai? Keputusan semacam ini tidak netral. Ada perhitungan politis, misalnya menjaga hierarki agar pemimpin ormas tidak tampak setara dengan pejabat negara tertinggi," tegasnya.
Ia menyebut keputusan itu juga bisa dipengaruhi bias struktural birokrasi yang sejak lama menempatkan kontribusi politik formal di atas kontribusi moral, intelektual, dan kultural. Padahal, lanjutnya, dalam sejarah bangsa, krisis seringkali diatasi bukan oleh pejabat negara, melainkan oleh pemikir, pendidik, ulama, dan aktivis sosial.
Orientasi Nilai Rezim
Sebagai Direktur Nbasis sekaligus dosen FISIP UMSU, Shohibul menilai penghargaan yang tidak proporsional justru memperdalam krisis nilai. "Kalau ditimbang dengan kebutuhan bangsa hari ini, pemimpin ormas yang membina nilai, etika, dan visi peradabanlah yang lebih pantas mendapat kelas tertinggi," katanya.
Ia menegaskan, Bintang Mahaputera seharusnya menjadi cermin arah moral bangsa, bukan sekadar administrasi negara. "Kalau boleh saya simpulkan, dilema ini menegaskan bahwa Bintang Mahaputera bukan hanya soal siapa berjasa, tapi juga cermin orientasi nilai rezim. Kritik saya sahih: pemberian tanda kehormatan yang kurang proporsional justru berpotensi memperdalam krisis nilai itu sendiri," pungkasnya.red2
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELIN
kota
2.000 HafizHafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.S
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan per
News
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik