Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan: Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
kota
Baca Juga:
- Gubernur Bobby Nasution Salat Iduladha Bersama Ribuan Warga Binjai, Pemprov Sumut Salurkan 167 Hewan Kurban
- Spanduk Protes Bermunculan di Kisaran : Vonis 11 Bulan untuk Pemilik Ribuan Pil Ekstasi Jadi Sorotan, Publik Curiga Ada Ketidakadilan Hukum
- Sumut Jadi Tuan Rumah BTN Indonesia Fashion Week 2026, Kahiyang Ayu Dorong Ulos Tembus Panggung Fashion Dunia
Jakarta – Di ujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, publik kembali dikejutkan oleh praktik rangkap jabatan para Wakil Menteri (Wamen) yang juga menjabat sebagai komisaris atau komisaris utama di berbagai perusahaan BUMN. Fenomena ini tak hanya dipertanyakan secara moral, tetapi juga diduga melanggar hukum dan konstitusi.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber resmi, sedikitnya 31 Wakil Menteri aktif kini memegang jabatan strategis di perusahaan negara: 18 orang sebagai Komisaris Utama, dan 13 sebagai Komisaris Biasa.
> "Ini bukan sekadar pelanggaran etika jabatan, tapi penghinaan terhadap konstitusi dan rakyat. Negara ini bukan perusahaan," tegas Saipul Adam, Koordinator Nasional Prabowo Rakabuming Merakyat (PRO RAKYAT), Rabu (16/7/2025).
Langgar UU dan Putusan MK
Saipul merujuk langsung pada Pasal 23 huruf b Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, yang berbunyi:
> "Menteri dilarang merangkap sebagai komisaris atau direksi pada perusahaan negara maupun swasta."
Selain itu, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XVII/2019 dengan tegas menyatakan bahwa penumpukan kekuasaan administratif dan korporatif dalam satu tangan bertentangan dengan semangat konstitusi.
> "Kalau pejabat publik bisa mengatur anggaran negara sekaligus duduk di direksi korporasi, lalu siapa yang mengawasi siapa? Ini tabrak UU secara frontal," kata Saipul.
Birokrasi Dijadikan Lahan Kuota Politik
PRO RAKYAT menuding bahwa praktik ini bukan soal kinerja atau efisiensi, tapi bagian dari politik balas budi dan konsolidasi kekuasaan menjelang transisi pemerintahan. Banyak dari nama-nama yang merangkap jabatan berasal dari lingkaran politik, relawan, dan elite partai.
> "Jabatan publik dijadikan hadiah. Ini bukan meritokrasi, tapi korupsi sistemik dalam bentuk lain," tegasnya.
Daftar Lengkap Wamen Rangkap Komisaris
Beberapa nama yang tercantum antara lain:
Komisaris Utama:
Sudaryono – Wamen Pertanian / Komut Pupuk Indonesia
Fahri Hamzah – Wamen Perumahan / Komut BTN
Aminuddin Ma'ruf – Wamen BUMN / Komut PLN
Nezar Patria – Wamen Komdig / Komut Indosat
Stella Christie – Wamen Diktiristek / Komut Pertamina Hulu Energi
Komisaris Biasa:
Giring Ganesha – Wamen Kebudayaan / Komisaris GMF
Diaz Hendropriyono – Wamen LHK / Komisaris Telkomsel
Juri Ardiantoro – Wamensesneg / Komisaris Jasa Marga
Taufik Hidayat – Wamenpora / Komisaris PLN Energi Primer Indonesia
Total: 31 Wamen rangkap jabatan.
Seruan: Hentikan Praktik Rakyat Dibisniskan!
PRO RAKYAT mendesak agar:
1. Presiden Jokowi mencabut seluruh SK rangkap jabatan.
2. Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak mengulangi budaya kuota politik.
3. Reformasi birokrasi dijalankan dengan membersihkan rangkap jabatan di semua level.
> "Jika jabatan dijadikan alat menumpuk kuasa dan gaji ganda, maka republik ini sudah berubah menjadi kongsi kekuasaan. Kami akan lawan," tutup Saipul Adam.red2
Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
kota
&ldquoSepakbola Telah Dicuri dari Rakyat&rdquo, Publik Soroti Transparansi Harga Tiket ASEAN U19 Boys&rsquo Championship 2026
kota
Medan sumut24.co Event Organizer (EO) kenamaan Dimensi Cakrawala Indonesia, kembali membuktikan kelasnya dalam mengawal eventevent premiu
Ekbis
sumut24.co ASAHAN , Dunia pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Asahan digegerkan dengan tindakan tak terpuji seorang oknum Aparatur Sipil
News
sumut24.co ASAHAN , Menjadikan momen suci Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kepedulian, Dewan Pimpinan Daer
News
sumut24.co ASAHAN, Menyemarakkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas In
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mengukir prestasi gemilang di bidang tata kelola keuangan daerah. Kabupaten
News
BRI BO Sibuhuan Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink
kota
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Galang Yang Menyimpan Sabu
kota
IPQOH Sumut Berduka Cita Hafizhah Terbaik, Dra. Hj. Nadhirah S.Q Wafat di Mekkah
kota