Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ Sumut
Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ SumutSumatera Utarasumut24.coSebanyak 500 kepala kel
News
Baca Juga:
Namun, laporan pencurian terhadap infrastruktur publik terus berdatangan dari berbagai penjuru kota. Kawasan Stasiun Medan menjadi salah satu titik yang paling terdampak. Di sana, kabel listrik dan jaringan telekomunikasi raib tanpa bekas—bahkan tiang-tiang besar yang biasanya sulit dipindahkan ikut dibongkar. Imbasnya langsung terasa: listrik padam, internet lumpuh, dan aktivitas warga pun tersendat. Tak sedikit yang menyebut kejadian ini sebagai bentuk pembiaran terhadap kejahatan yang semakin terang-terangan terjadi di ruang publik.
Situasi ini pun memunculkan keprihatinan luas, sehingga publik melalui media menyebut kondisi ini sebagai tanda darurat kriminalitas. Selain pencurian, kasus begal juga dilaporkan meningkat, terutama di area minim pengawasan. Ironisnya, meski beberapa aksi sempat terekam kamera pengawas, tidak semua pelaku diproses hukum secara tuntas—beberapa bahkan hanya diberi peringatan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar soal ketegasan penegakan hukum dan komitmen perlindungan terhadap warga.
Polisi memang telah mengambil sejumlah langkah. Tim Samapta Polrestabes Medan rutin menggelar patroli dan berhasil menggerebek rumah penadah motor curian pada Mei lalu. Beberapa tersangka juga ditangkap. Tapi di mata warga, langkah-langkah tersebut masih bersifat reaktif. Masyarakat menilai perlunya pendekatan yang lebih menyeluruh dan preventif—yang tidak hanya menindak, tapi juga mencegah kejahatan sebelum terjadi.
Banyak pihak menilai, menjaga keamanan kota tak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat. Partisipasi masyarakat sangat krusial. Kerja sama antara warga dan aparat harus diperkuat melalui patroli bersama di wilayah rawan, penggunaan saluran pengaduan cepat seperti Call Center 110 atau aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional), serta pemberian penghargaan bagi pelapor informasi yang valid. Selain itu, penambahan CCTV di ruang publik dan edukasi soal pentingnya menjaga fasilitas umum menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.
Kondisi saat ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Tapi belum terlambat untuk bertindak. Ledakan kasus kriminalitas ini justru bisa menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Dengan langkah cepat, kebijakan yang tepat, dan semangat gotong royong, Medan masih punya peluang besar untuk kembali menjadi kota yang aman, nyaman, dan layak huni.
*
Founder Ethics of Care/Anggota Komisi Yudisial 2015-2020
Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ SumutSumatera Utarasumut24.coSebanyak 500 kepala kel
News
sumut24.co MedanPerhelatan festival kopi tahunan terbesar di tanah air, Kopi Fest Indonesia (KFI) 2026, resmi membuka rangkaian turnya tah
Ekbis
sumut24.co MedanSebagai bagian dari komitmennya untuk terus mendekatkan diri dengan ekosistem F&B dan pencinta rasa, Kort Chocolate turu
Ekbis
sumut24.co MedanSebagai bagian dari komitmennya untuk terus mendekatkan diri dengan ekosistem F&B dan pencinta rasa, Kort Chocolate turu
Ekbis
Jakarta Juru bicara (jubir) Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut bila penilaian perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri s
Politik
MEDAN, SUMUT24.CO Polrestabes Medan melalui Tim Jaga Cegah Sigap (JCS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan jalan
Hukum
Sindikat Curanmor Ditangkap URC MIT Jatanras Polda Sumut Gunakan Gunting Pemotong Gembok Tabrak Mobil Polisi dan Portal
kota
Beraksi di 35 TKP, Komplotan Curanmor Lintas Daerah Akhirnya Dibekuk Jatanras Polda Sumut
kota
Enam Penyerang Polisi Saat Penggerebekan Narkoba di Multatuli Diamankan, Urine Positif Sabu
kota
Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Bentuk 3 Tim URC MIT Tekan Aksi Kejahahan Jalanan dan Begal
kota