Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
Baca Juga:
- TGR Rp 5,4 Miliar Proyek Dinkes Asahan : Sebagian Sudah Dikembalikan, Sebagian Lain Terancam Sanksi Hukuman Berat
- Proyek Jalan Rp164,97 Juta di Patumbak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan
- Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Rp15 Miliar Diduga Dimanipulasi, PPK Akui Pekerjaan Tak Sempurna, Aturan Hukum Terancam Dilanggar
Simalungun – Pencopotan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat, dr. Henry Jimmy Gultom, oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun pada Senin (7/4/2025) mengungkap babak baru dalam dugaan konflik internal, kepentingan politik, hingga isu korupsi anggaran proyek layanan rujukan senilai Rp17,9 miliar.
Henry resmi dicopot dari jabatannya setelah diketahui tidak berada di tempat selama masa libur Lebaran, tepatnya 31 Maret hingga 2 April 2025. Meski telah mengakui kelalaiannya, Henry menyampaikan ketidakhadirannya karena alasan keluarga—anaknya menjalani operasi tumor jinak di RSU Grand Medistra, Lubuk Pakam.
Namun, pencopotan ini tidak diterima begitu saja oleh Henry. Ia dikabarkan mengirimkan pesan terbuka melalui WhatsApp kepada salah seorang pimpinan legislatif di Kabupaten Simalungun yang disebut dengan sapaan "Pak Ketua". Dalam pesan yang beredar, Henry menyampaikan keberatan atas pencopotannya serta memohon perlindungan politik.
Dalam isi pesannya, Henry menyebut bahwa dirinya turut berperan dalam mendukung proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp17,9 miliar tahun 2024 untuk pembangunan layanan rujukan RSUD Parapat. Ia bahkan menyebut bahwa inisiasi proyek melibatkan seorang anggota DPR RI berinisial ADK.
Tak hanya itu, Henry juga menyinggung kejadian pada 2 April 2025, saat Kapolda Sumut dan rombongan berada di Parapat.
Insiden tersebut kemudian memperburuk posisi Henry, yang dinilai gagal memastikan kesiapan pelayanan medis di tengah kunjungan penting aparat kepolisian. Pemeriksaan oleh Inspektorat Simalungun pun dilakukan pada 4 April 2025, sebelum akhirnya Henry dinonaktifkan dari jabatannya sehari kemudian.
Henry menyatakan dirinya tidak bersalah dan meminta kebijaksanaan dari pimpinan daerah untuk memberikan kesempatan menjelaskan secara utuh. Ia menegaskan bahwa selama menjabat, ia tetap berkomitmen menjalankan tugas, termasuk di luar tanggung jawabnya sebagai direktur rumah sakit.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Simalungun maupun pihak legislatif terkait isi pesan tersebut dan apakah akan dilakukan investigasi lebih lanjut terhadap proyek DAK dan dugaan keterlibatan politis di balik pencopotan Henry Jimmy Gultom.tim
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
sumut24.co DeliserdangPerusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan tarif
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi diselenggarakannya pameran foto bertajuk Prahara Pulau Emas yang
kota
sumut24.co DeliserdangGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organi
kota
sumut24.co MedanGallery Mustika Deli Dekranasda Medan menjadi ruang promosi sekaligus inkubasi bagi pelaku UMKM Kota Medan untuk mengemban
kota
sumut24.co LangkatDirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian P
Umum
Momen HUT ke 81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan JKM dan Beasiswa Pendidikan Anak
kota
Polri Dukung Swasembada Pangan, Polresta Deli Serdang turut laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak Di 17 Provinsi
kota
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota