Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
kota
Baca Juga:Tim penasihat hukum Ir. Taufiq, mantan Direktur Utama PDAM Tirtasari Binjai, angkat bicara menanggapi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Binjai yang menuding klien mereka melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan kenaikan gaji serta pengelolaan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan PDAM tersebut.
Menurut Nazly Maulana, S.H., M.H., selaku penasihat hukum dari Law Office NM & Partners, tuduhan terkait kenaikan gaji dan tunjangan yang dianggap merugikan keuangan daerah merupakan bentuk kesalahpahaman terhadap kewenangan direksi dalam menjalankan tugasnya. Nazly menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil oleh Ir. Taufiq selama menjabat sebagai Dirut telah merujuk pada aturan resmi, yakni Permendagri No. 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM.
"Pasal 37 Permendagri No. 2 Tahun 2007 secara jelas menyatakan bahwa ketentuan gaji pegawai PDAM ditetapkan oleh keputusan Direksi. Artinya, keputusan yang diambil oleh klien kami saat itu bukanlah tindakan sewenang-wenang, melainkan bagian dari tugas dan kewenangan yang sah menurut regulasi yang berlaku," jelas Nazly, Kamis 17 April 2025
Lebih lanjut, Rizky Ramadhan, S.H., CPCLE, yang juga tergabung dalam tim hukum, menyoroti soal proyek pengadaan barang dan jasa yang turut disorot dalam dakwaan JPU. Menurutnya, fakta-fakta di persidangan justru menunjukkan bahwa tidak ada satu pun saksi yang menyatakan Ir. Taufiq terlibat dalam pengaturan atau manipulasi proses pengadaan.
"Semua saksi yang dihadirkan di persidangan tidak satu pun yang menyebutkan adanya intervensi dari klien kami. Ini menjadi bukti kuat bahwa tuduhan pengaturan proyek sangat lemah dan tidak didukung oleh fakta," tegas Rizky.
Dengan berbagai kejanggalan yang ditemukan dalam proses hukum ini, tim penasihat hukum menyatakan bahwa dakwaan JPU sangat lemah dan terkesan dipaksakan. Mereka berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan seluruh fakta secara objektif dan memberikan putusan yang adil bagi klien mereka.
"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, kami juga ingin memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan sampai ada kriminalisasi terhadap kebijakan administratif yang sah dan normatif," tutup Nazly.
Hingga berita ini diturunkan, proses persidangan masih berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, dan tim penasihat hukum terus mengupayakan pembelaan maksimal untuk Ir. Taufiq.
Red
Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
kota
Polsek Hutaimbaru Tebar 30 Paket Takjil, Polri Hadir sebagai Sahabat Masyarakat di Ramadhan
kota
AKBP Wira Prayatna Pimpin Langsung Tes Urine, Internal Polres Padangsidimpuan Dipastikan Bersih
kota
Digerebek Dini Hari, Pengedar Sabu di Pasar Sibuhuan Dibekuk Satresnarkoba Polres Palas
kota
Membangun Kolam, Menyemai Masa Depan Potret Kasih Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel untuk Rakyat Tapsel
kota
Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel, Praka Markus Sanjaya Bantu Warga Bangun Kolam Ikan di Sangkunur Tangan TNI yang Menghidupkan Harapan
kota
Kemanunggalan di Balik Harumnya Daun Bawang Kisah Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Kopda Ibrahim Dalimunthe dan Ibu Aniyah
kota
Saat Seragam Loreng Turun ke Sawah, Momen Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Panen Bawang Prei Ibu Aniyah
kota
Medan, Sumut24.co Momentum Ramadan dimanfaatkan Alumni SMPN 8/10 Medan Angkatan 1995 untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan buka
Kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menegaskan posisinya di panggung pendidikan tinggi global melalui penyelengga
kota