CEO Sumut24 Group Anto Genk: Pers Harus Profesional, Independen dan Berpihak pada Kepentingan Publik
MEDAN Pers memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan demokrasi. Media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan
Profil
Baca Juga:
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan peningkatan batas minimal free float saat ini masih dikaji. Untuk itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji peningkatan batas minimal ketentuan saham publik atau free float. Langkah ini dilakukan guna mendongkrak likuiditas emiten di pasar saham,.
Hal ini dikatakan Direktur Utama BEI Iman Rachman pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), Selasa (11/2/2025).
"Itu arahnya transisi dulu. Jadi emiten dengan ekuitas Rp2 triliun lebih, hanya boleh [free float] 10% saat IPO. Sekarang kami arahkan tidak ada lagi [free float di bawah 10%]," ujar
Iman Rachman.
Sebagaimana diketahui, mengacu Peraturan BEI Nomor I-A, calon emiten dengan ekuitas sebelum IPO Rp500 miliar diwajibkan memiliki free float minimal 20% dari jumlah saham yang akan dicatatkan.
Kemudian, calon emiten dengan ekuitas sebelum IPO antara Rp500 miliar sampai Rp2 triliun diwajibkan memiliki free float minimal 15%. Sementara, calon emiten dengan ekuitas sebelum IPO Rp2 triliun, diwajibkan memiliki free float minimal 10% dari jumlah saham yang akan dicatatkan.
Ke depan, ujarnya, menurutnya BEI membuka peluang peningkatan batas minimal free float. "Kami diskusi dengan OJK. Karena tidak mudah. Apakah langsung [naik] menjadi 20% atau 25%. Karena masih banyak potensi di Bursa. Banyak emiten tidak bergerak sahamnya," tutur Iman.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan penyesuaian kebijakan free float di antaranya dilakukan untuk menyesuaikan dengan best practice yang ada di global saat ini.
"Kebijakan free float yang cukup tinggi umumnya berdampak positif pada kualitas emiten karena meningkatkan likuiditas, transparansi, dan daya tarik terhadap investor," katanya dalam jawaban tertulis pada beberapa waktu lalu. Namun, menurutnya perlu peran OJK dan emiten dalam memastikan terjaganya tata kelola yang baik dan likuiditas yang optimal agar emiten lebih berkualitas dan kompetitif di pasar modal. Salah satu program pendalaman di OJK tahun ini adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas emiten. "Diharapkan ke depan jumlah emiten yang force delisting sudah tidak ada atau berkurang jauh," tuturnya. (red)
MEDAN Pers memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan demokrasi. Media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan
Profil
Drama Adu Penalti, Tanjung Morawa Sabet Juara Gebyar Olahraga Deli Serdang
kota
Batak United Juara PKN Sumut Cup I 2026
kota
Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Anto Genk Prestasi Gemilang yang Membanggakan Sumatera Utara
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, kembali menunjukkan komitmen nyata dalam hal pemberantasan narkoba di wilayah hulumn
Hukum
Polrestabes Medan Ratakan Bantaran Rel KA Medan Kualanamu yang Jadi Sarang Narkoba 3 Kg Ganja, Sejumlah Paket Sabu, Hingga Beragam Senjata
kota
Polsek Delitua Tembak Spesialis Curanmor Berulang Kali Beraksi di Medan Johor
kota
Dari Lengkong, Kita Belajar Arti Kemerdekaan
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi melepas rombongan kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten
News
Remaja Taman Setia Budi Indah Gelar Tasbih Bazar Kemerdekaan, Puluhan Lomba Ramaikan HUT ke81 RI.
kota