Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
Baca Juga:
- Eksistensi Musik Slowrock di Era Modern, Politeknik MBP Medan Sukses Gelar Slow Rock Musik Fest 2026
- Tim Kampus Tanggap Bencana Universitas Aufa Royhan Salurkan Air Bersih dan Logistik ke Dua Wilayah Terdampak di Tapsel
- Akademisi Diminta Tak Jadi Penonton: Syahrir Nasution Tegaskan Peran Keberanian dan Integritas dalam Dunia Kampus
JAKARTA- Ketua MPR RI ke-16 Bambang Soesatyo menuturkan dalam membina jiwa kepemimpinan, setiap mahasiswa wajib memaknai posisi strategis mahasiswa baik sebagai generasi pembelajar, generasi pejuang, maupun sebagai agen perubahan. Mahasiswa sebagai generasi pembelajar tidak cukup hanya menimba ilmu dengan membaca buku, tetapi juga harus mampu 'membaca' kehidupan. Banyak sisi-sisi kehidupan yang dapat dipelajari para mahasiswa dalam membentuk karakter kemanusiaan.
"Mahasiswa merupakan generasi pejuang. Di hadapan kalian akan terus bergulir tantangan zaman. Kehidupan kampus akan menempa kalian dengan berbagai ujian, termasuk ujian kehidupan. Jangan pernah menyerah. Karena kesuksesan kalian akan ditentukan oleh segigih apa perjuangan kalian menjawab tantangan dan ujian tersebut," ujar Bamsoet saat memberikan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru Universitas Trilogi Jakarta secara daring, Kamis (12/9/24).
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini memaparkan, mahasiswa juga merupakan agen perubahan. Kedalaman pemikiran para mahasiswa akan menentukan kualitas peradaban Indonesia di masa depan. Dari karakter para mahasiswa pun akan menentukan bagaimana nasib bangsa dipertaruhkan serta akan menentukan sejauh apa capaian pembangunan.
"Sebagai generasi pembelajar, generasi pejuang, dan sebagai agen perubahan, saya berharap kalian menjadi mahasiswa-mahasiswa yang tidak sekedar memiliki kompetensi akademis. Tetapi, juga memiliki etika moral dan keteguhan karakter. Sehingga, mampu menjadi calon pemimpin masa depan yang akan mengharumkan nama almamater tercinta," kata Bamsoet.
Dosen pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan RI ( UNHAN) ini menambahkan, para mahasiswa juga perlu membangun wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan inilah yang akan menjadi benteng moral untuk menyaring arus informasi global yang bersifat merusak, mempromosikan paham-paham radikal serta nilai-nilai yang melenceng dari kearifan lokal dan jati diri bangsa.
Membangun wawasan kebangsaan bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan dan serta merta. Membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan masif agar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat dan mengisi setiap ruang publik. Tidak kalah penting, membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, agar tertanam kuat, dan tidak mudah goyah oleh arus perubahan zaman.
"Idealnya, pembangunan wawasan kebangsaan harus menjadi sebuah proses yang berkesinambungan, tidak berhenti pada satu titik pencapaian. Di samping itu, pembangunan wawasan kebangsaan juga harus mendapatkan dukungan dari segenap pemangku kepentingan, khususnya pemerintah selaku penyelenggara kekuasaan negara," pungkas Bamsoet. (*)
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum